Pesantren Darul Hikmah, Kembali Bangkit dengan Kemasan Lain

0
1285
Drs Muslim Asyari

Beritalangitan.com – Salah satu pesantren yang cukup tua di Kabupaten Ciamis sebenarnya terdapat di sebelah barat Ciamis tepatnya di kampung Kalangari Sindangkasih Ciamis, Pesantren ini dulunya didirikan oleh Kyai Mohamad Irri Sofari pada tahun 1963, bertempat beberapa kilometer dari lokasi pesantren saat ini, dahulu nama Pesantrennya adalah Pesantren Kertasari  kemudian setelah berpindah ke lokasi sekarang  berganti nama menjadi Al-Faridah

pesantren2

Namun seiring bergulirnya waktu dan karena perubahan kebijakan pemerintah dengan adanya wajar dikdas akhirnya  santri-santrinya menghilang dan lebih memilih jalur pendidikan formal, hingga akhirnya saat ini berubah  menjadi lembaga pendidikan formal berupa Madrasah Diniyah dan kini berganti nama menjadi pesantren Daarul hikmah.

Setelah kyai Irri Sofari wafat, pesantren tersebut dilanjutkan oleh Haji Asyari kemudian dengan menggunakan sebidang tanah wakaf pesantren Kertasari berpindah ke kempung Kalangari lokasinya sekarang, Setelah Haji Asyari wafat kondisi pesantren sudah semakin berkurang santri-santrinya, lalu pesantren dilanjutkan oleh Drs Muslim Asyari sebagai anak dari Haji Asyari.

Mumin Asyari tidak mengenyam pendidikan pondok pesantren dilain tempat selain  di pesantren milik kakeknya. Dan Ia lebih memilih bekerja sebagai PNS di kementrian Agama, tapi hal itu tak membuatnya berpaling dari dunia kepesantrenan, malah dengan basic birokratnya menjadi sebuah kesempatan baginya untuk mendapatkan berbagai bantuan sarana prasarana dari pemerintah, hingga saat ini sudah berdiri sebuah madrasah Diniyah dan berbagai format pendidikan lainnya.

Setelah ponpes miliknya ini berformat Yayasan berbagai upaya diakukannya untuk menambah berbagai sarana seperti salah satunya dengan didapatkannya bantuan luar negeri berupa Mesjid yang dinamai Masjid Al AZMI, tak hanya itu bangunan serta infrastruktur bagi madrasah Diniyahnya pun berhasil didapatkannya meski dengan proses waktu yang cukup panjang.

Saat team beritalangitan.com menanyakan harapannya terhadap keberlangsungan dunia pesantren salafi. Dirinya mengatakan bahwa faktor terbesar menurunnya santri mukim tak lepas dari faktor orangtuanya. Minat dan restu para orangtua agar anaknya menuntut ilmu di pesantren sudah sangat menurun pada saat ini, bahkan orang tua juga lebih cenderung mendorong anaknya agar menempuh jalur pendidikan formal saja, mungkin karena pendidikan formal lebih menjanjikan di dunia kerja ketimbang pondok pesantren yang hanya mencetak agar anak  mereka menjadi seorang Kyai.

Kyai ini juga menyampaikan bahwa menurutnya saat ini tak banyak pihak yang konsern memperhatikan dunia kepesantrenan dan dirinya sangat mengapresiasi jika semakin banyak pihak yang lebih memperhatikan pesantren, dirinya juga menyampaikan harapannya agar kedepan dunia pesantren kembali diminati masyarakat hingga dalam satu kesempatan dirinya berdoa “Ya Allah jangan Engkau matikan dulu aku sebelum melihat pesantren ini ramai dan penuh dengan Santri. ( team beritalangitan.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.