Pesantren Miftahul Jaza, Mendobrak Kejahiliyahan dengan Dakwah dan Shodaqoh

0
1941
KH. Aceng Syamsudin (kiri) Pendiri Ponpes Miftahul Jaza dan Ajengan Aang Syamsul Ulum (kanan) Pengurus Ponpes Miftahul Jaza

Bandung, 04/12 (beritalangitan.com) – Berawal ketika KH. Aceng Syamsudin yang saat itu adalah salah seorang dari sekian kader unggulan pesantren Miftahul Huda Manonjaya mulai di mukimkan oleh Sang Guru yaitu KH. Khoer Affandi (alm) di Cangkuang Banjaran pada 4 Agustus 1986, lalu Kyai Aceng mulai merintis sebuah mesjid pertama di Kampung Gumuruh Desa Nagrak Kecamatan Cangkuang Kabupaten  Bandung.

Masyarakat di sekitar kampung ini tadinya adalah kaum kumuh, rata-rata mata pencaharian warga di kampung ini adalah sebagai penarik becak atau kuli bangunan, perjudian, minuman keras dan perkelahian bukan sesuatu yang baru saat itu, ditambah dengan perdukunan atau “kahin” yang menambah warna kusam daerah ini.

KH. Aceng Syamsudin (kiri) Pendiri Ponpes Miftahul Jaza dan Ajengan Aang Syamsul Ulum (kanan) Pengurus Ponpes Miftahul Jaza

Kepada tim lipsus pesantren Kyai Aceng memaparkan bagaimana perjalanan dakwahnya di daerah yang masih gelap dari nilai-nilai tauhid, pada awal merintis pembangunan mesjid saja banyak sekali hambatan berupa kecaman, sinisme, bahkan teror berupa lemparan batu yang memecahkan kaca rumah pernah dialaminya, hal itu tak lain berasal dari warga sekitar, yang merasa terganggu kebebasan hidup liarnya dengan adanya mesjid ini.

Masjid Pondok Pesantren Miftahul Jaza Cangkuang – Banjaran – Kab. Bandung

Saat itu pembangunan selesai dan mesjid sudah berdiri kokoh, tetapi selama beberapa minggu mesjid ini masih saja kosong, karena masyarakatnya sangat disibukkan dengan aktifitasnya masing-masing, tetapi kondisi di acuhkan bahkan jelas-jelas ditentang masyarakat saat itu sama sekali tidak menyurutkan  semangat Kyai Aceng,  justru dengan hambatan inilah keyakinan dan keberanian Kyai Aceng beserta Istri Hj. Enok Nurazizah semakin kuat hingga akhirnya sedikit demi sedikit masyarakat pun bisa dibina dan diarahkan agar hidup sesuai tuntunan agama.

Setelah beberapa waktu kegiatan di masjid mulai berjalan, mustami bertambah banyak, dan setelah Kyai Aceng menikahkan Putri tertuanya Elis Shofiatul Huda dengan Ajengan Aang Syamsul Ulum yang keduanya adalah lulusan pesantren Miftahul Huda Tasikmalaya, maka mulailah kekuatan baru ini melanjutkan mengajar di madrasah yang dirintis oleh Hj. Enok Nurazizah dan Kyai Aceng serta  berencana kedepan akan membangun sebuah pondok pesantren salafiyah.

Dengan adanya pesantren yang dimotori tenaga muda dan tangguh seperti Ajengan Aang Syamsul Ulum ini dirasakan mulai dapat memberikan sebuah warna baru untuk masyarakat, keberadaannya sangat mempengaruhi kegiatan masyarakat sekitar terutama untuk para pemuda, yang tadinya senang mabuk-mabukan, berkelahi, berjudi dan hiburan negatif lainnya jauh dapat berkurang bahkan saat ini hal – hal seperti itu nyaris tidak ada lagi.

Pembangunan Kobong Santri Ponpes Miftahul Jaza

Meski selama ini pesantren ini hanya memiliki santri kalong karena belum tersedianya asrama atau kobong di tempat ini, namun sebuah gedung asrama yang cukup besar sedang dipersiapkan, ditambah dengan akan segera pulangnya satu lagi anak Kyai Aceng yaitu Ustadz Dede Hamid yang akan segera menuntaskan pendidikannya di Manonjaya, hal ini akan semakin memperkuat jika santri mukim sudah bisa ditampung.

Staf Pengajar Madrasah Ibtidaiyah dan Paud serta Kegiatan Siswa

Sebagai awal telah dibangun madrasah ibtidaiyah dan sebuah paud sebagai tahap awal, dan siswanya pun sudah cukup banyak, dan tinggal beberapa langkah lagi untuk merealisasikan rencana membangun pondok pesantren salafiyah, harapan Kyai ini adalah ingin memberikan yang terbaik bagi kemajuan dakwah dan agama, dan semua carapun disiapkan untuk mengembangkan santri agar kedepannya dapat melahirkan kader-kader santri yang berkualitas dan mandiri yang siap diterjunkan di tengah-tengah masyarakat. (tim lipsus pesantren beritalangitan.com)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.