Pondok Pesantren Al-Musyahadah Cilember Cimahi : “Membina Santri adalah Kesenangan Tak Tergantikan”

0
10236
KH. Drs. Enjang Nasrullah Pengelola Pondok Pesantren Al-Musyahadah

Cimahi, 5/11 (beritalangitan.com)  –  Pondok Pesantren Al-Musyahadah dalam perjalanannya dari generasi ke generasi pernah memiliki santri sebanyak 400 sampai dengan 500 orang, beralamat di Jl. Raya Cilember Rt. 01/06 Cilember Cimahi, didirikan tahun 1960 oleh KH. Asep Saepudin (Alm) biasa dipanggil Mama Ajengan Cilember yang kini dilanjutkan oleh KH. Muhammad Toha Saepudin dibantu menantunya yaitu KH. Drs. Enjang Nasrullah dan masih konsisten dengan metoda pendidikan Salafiyah

KH. Muhammad Toha Saepudin Pimpinan Pondok Pesantren Al-Musyahadah
KH. Muhammad Toha Saepudin Pimpinan Pondok Pesantren Al-Musyahadah

Ditemui beritalangitan.com dikediamannya KH. Drs Enjang Nasrullah menuturkan bahwa yang paling menonjol dari sikap pendiri Pesantren Al – Musyahadah KH. Asep Saepullah (Alm) ialah perhatiannya terhadap orang kecil, karena bagi almarhum  jika kita sayang kepada orang kecil, maka orang besar akan melihat kita, dan juga Allah akan membalasnya” kenangnya, oleh karena itu biaya santri yang mondok disini disesuaikan dengan kemampuan orang tuanya.

Saat ditanya mengenai perkembangan umum pesantren saat ini, KH Enjang Nasrullah memaparkan bahwa Pesantren harus berbenah diri dalam menghadapi tantangan zaman, untuk itu manejemen pesantren harus mampu menjawab setiap persoalan hari ini dan kreatifitas pesantren harus tumbuh agar dapat melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas yang mampu tampil ditengah-tengah masyarakat.

Selain itu menurut sang Kyai,  untuk bisa menampilkan eksistensi pesantren di mata dunia peran sosial media sangat penting, sebab sosial media cukup mempengaruhi daya pikir manusia, maka dari itu informasi tentang pesantren harus dikemas sebaik mungkin agar berkesan elegan dan menarik. Dengan adanya pengaruh media, diharapkan minat orang untuk mau masuk pesantren dapat meningkat, dan juga pengaruh buruk sosial media dapat diimbangi dengan kebaikan.

Dalam perjalanan mengelola Pesantren ini pahit manis telah banyak dilalui oleh KH. Drs. Enjang Nasrullah yang juga ketua NU kota Cimahi. “sebetulnya kehidupan ini lebih banyak senangnya daripada kesulitannya, dan kesenangan yang tak tergantikan bagi seorang Kyai adalah dapat menyebarkan Ilmu dan dapat melihat hasilnya yaitu lahirnya generasi yang shaleh dan unggul di tengah masyarakat, tutupnya.

(tim lipsus pesantren beritalangitan.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.