Pondok Pesantren At-Taqwa, “KeIkhlasan Akan Mampu Menjawab Tantangan Zaman”

0
7558
Pondok Pesantren Salafiyah At-Taqwa, (Doc. Beritalangitan.com)

Cimahi, 08/11 (Beritalangitan.com) – Di tengah perkembangan Kota Cimahi yang kian pesat, dan sudah banyak pesantren modern atau Boarding School yang berdiri, ternyata masih terdapat pondok pesantren yang masih konsisten dengan metode Salafiyah, salah satunya adalah Pesantren At-Taqwa yang berdiri pada tahun 1982 Beralamat di Ciputri, Cimindi, Rw. 06, Kelurahan Cibubur tengah, Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi, dan masih konsisten dengan metoda salafiyah murni.

KH. Qushairi pimpinan pondok pesantren At-Taqwa mengatakan kepada tim lipsus pesantren beritalangitan.com,  dengan dibekali santri dari mertuanya di pondok pesantren Sayuran garut sebanyak 30 orang, sang Kyai merintis pesantren ini dengan melakukan pengajian keliling masyarakat, hingga saat ini santri yang mondok disini sudah sekitar seratus orang santri.

Meski KH. Qushairi bukan alumni Pesantren Miftahul Huda Manonjaya, tetapi Kyai ini pernah belajar sebagai santri lepas dan Cukup dekat dengan Uwa Ajengan (KH. Khoer Affandi. Red). Semasa hidupnya Uwa Pernah berpesan,”Walaupun lokasi pesantren di tengah kota, tetap harus salafiyah”, tuturnya mengulang pesan Uwa Ajengan.

KH. Qushairi, “Pimpinan Pondok Pesantren At-Taqwa”
KH. Qushairi, “Pimpinan Pondok Pesantren At-Taqwa”

“Saya pernah coba memikirkan untuk membuat sekolah, tapi mungkin karena tidak ada restu dari guru jadinya tidak pernah berhasil, maka akhirnya saya putuskan untuk tetap memilih corak Salafiyah yang terbukti efektif dalam mencetak calon kiyai,” lanjutnya.

“Uwa ajengan itu orang yang luar biasa, saya sering melihat uwa memarahi orang, tapi yang dimarahi malah mengaku senang dan bahkan merasa nikmat dimarahi Uwa, itu terjadi semata-mata karena Uwa itu orang yang sangat ikhlas, keikhlasan ditingkat inilah yang sangat sulit untuk ditandingi, tetapi harus dimiliki semua pembela agama Allah.

“Disamping amanat Uwa ajengan untuk tetap menjaga keikhlasan dalam membela agama, yang saya pegang teguh adalah amanat dari kakek saya, yaitu untuk dapat menghadapi  tantangan zaman seorang Kyai harus memegang teguh enam hal,  yang pertama adalah sikap Nasoro yaitu sikap kasih sayang, dengan sikap kasih sayang maka sekeras apapun dalam membina santri atau masyarakat, mereka tetap akan kembali dan tidak kapok.

Kemudian yang kedua adalah sikap Doroba, atau tegas dalam menerapkan hukum, setelah sikap Nasoro tadi maka menerapkan hukum akan mudah karena santrinya tidak akan kapok, selanjutya adalah sikap Fataha yaitu sikap selalu terbuka, kemudian sikap Alima mempunyai ilmu, lalu Hasuna atau memiliki pribadi yang baik sendiri, dan terakhir adalah Hasiba atau sikap mawas diri. “nah dengan melaksanakan enam pesan itu, jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh maka siapapun akan mampu menjawab tantangan zaman ini”, tutupnya. (Tim Lipsus Ponpes Beritalangitan.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.