Pondok Pesantren Bina Insan Madani, “Ponpes dengan Proyek Akhlakul Karimah”

0
4954
KH. Rachmat Soji. Lc. MA. Pimpinan Pondok Pesantren Bina Insan Madani

Sukabumi, 1/6 beritalangitan.com – Banyaknya pesantren di Indonesia khususnya di Jawa Barat tidak membuat pesantren-pesantren tersebut kehilangan kekhasannya. Selalu ada ciri khas tersendiri dari setiap pesantren di Nusantara ini khususnya pesantren – pesantren yang telah tim beritalangitan.com kunjungi dari mulai priangan timur hingga priangan barat. Demikian pula yang tim temui pada pondok pesantren kali ini yaitu sebuah Pondok yang berada diperbatasan Sukabumi – Cianjur bernama Pondok Pesantren Bina Insan Madani (Bina Iman) Sukalarang.

Pondok Pesantren Bina Insan Madani Sukabumi
Pondok Pesantren Bina Insan Madani Sukabumi

Ponpes yang berlokasi di Jalan Raya Sukabumi-Cianjur KM 14 Desa Titisan Kecamatan Sukalarang ini di pimpin oleh KH Rachmat Soji. Lc MA (32), ia terbilang seorang Kyai muda asli Sukabumi yang pernah menimba ilmu di Ponpes Sunanul Huda Cikaroya pimpinan Ajengan Dadun (alm). Dan juga merupakan lulusan pascasarjana Universitas Al-Azhar kairo Mesir tahun 2014 lalu.

Pondok Pesantren Bina Insan Madani
Pondok Pesantren Bina Insan Madani

Ponpes Bina Insan Madani saat ini menerapkan kurikulum dan metode pembelajaran yang berasal dari Al-Azhar Cairo mesir. Dengan penerapan metode kolaborasi antara pendidikan pesantren dengan metode pembelajaran SMP IT yang berasal dari Al Azhar itu diharapkan Ponpes Bina Insan Madani mampu mencetak generasi muslim yang Rabbani, terampil berbahasa dan mandiri, juga menguasai IPTEK, tutur KH. Rachmat Kyai muda asal Surade Jampang Kulon.

Dalam prosesnya Ponpes ini lebih menitik beratkan pada pendidikan pembenahan ahlak dan akidah terhadap para santri. Ditekankan guru tidak sekadar menyampaikan materi, lebih dari itu para guru wajib memberikan teladan, kasih sayang dan berlaku adil terhadap para santri, ungkap Kyai Rachmat. Ia menambahkan bahwa di Ponpes Bina Iman ini sekalipun lebih fokus terhadap SMP IT nya namun pendidikan kepesantrenan lebih dominan dibanding kurikulum yang lainnya, karena dengan dominannya pendidikan kepesantrenan akan lebih luas dalam memberikan pemahaman ilmu agama terhadap para santri seperti pemahaman materi tentang akidah, sejarah, hadist, thoharoh, shalat, puasa, muammlah dan lain sebagainya.

Untuk mencapai pembentukan generasi Rabbani pesantren menitikberatkan pada pembinaan kepribadiaan santri secara aplikatif, dimulai mendekatkan santri dengan al-qur’an, penanaman dan pembinaan akidah, ibadah, akhlak, management diri, kerja keras dan aktifitas sosial. Sebagai contoh para santri ditekankan untuk selalu shalat berjamaah, menjenguk teman atau warga yang sakit dan melayat kematian warga sekitar jika ada yang meninggal.

Kyai Rahmat  menambahkan semua pendidikaan yang digelar di ponpes ini pada ujungnya mengarah terhadap ahlak para santri yang akhirnya menjadi tolak ukur berhasil atau tidaknya para pengajar mendidik para santrinya, karena ahlak itu terlihat melaui lisan dan perbuatan maka dengan jelas bisa dinilai secara langsung seseorang telah berahlak islami atau belum, tutup sang kyai mengaakhiri pembicaraan. (Die / Zk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.