Pondok Pesantren Darussu’ada Al-Amin Cianjur, Pesantren Harus Mampu Berkontribusi Yang Lebih Besar Untuk Masa Yang Akan Datang

0
179
Pondok Pesantren Daarusu'ada Al Amin Cianjur

Cianjur, beritalangitan.com – Pondok Pesantren Darussu’ada Al-amin yang semula bernama Pondok Pesantren Darussu’ada didirikan sekitar tahun 1940-an. Oleh Al-marhum Al-maghfurlah KH.Muhammad Musoffa Yahya, lahir sekitar tahun 1918-an.

Di Usia yang relatif masih muda Ia sudah mengenyam pendidikan di berbagai Pondok Pesantren, Pondok Pesantren pertama yang di Singgahi adalah Ponpes Gelar, pada saat itu Ponpes Gelar di sesepuhi oleh al-marhum al-maghfurlah KH.Shobandi.

Kemudian melanjutkan ke Pesantren Gentur. Selepas dari Ponpes Gentur, Kyai Musoffa melanjutkan ke pondok pesantren Cibitung Bandung yang di sesepuhi oleh al-marhum al-maghfurlah KH.Nahrowi.

Tidak berhenti sampai disitu, KH.Muhammad Musoffa Yahya melanjutkan pendidikan pesantrennya ke pondok pesantren Sempur Plered Purwakarta, yang di sesepuhi oleh al-marhum al-maghfurlah Mbah KH.Bakri.

Setelah menimba ilmu dari berbagai Pondok pesantren yang beliau kunjungi lalu kembali ke pondok pesantren Gelar. Di pondok pesantren Gelar, Beliau diangkat menjadi mantu, Istri beliau bernama Umi Hj.Sofwah binti KH.Shobandi.

Setelah dianggap cukup dengan disiplin ilmu oleh KH. Shobandi, kemudian beliau kembali ke kampung halamannya yaitu kampung Nyalempet Desa Sukasari Kecamatan Cianjur yang sekarang menjadi Kecamatan Cilaku. Di tempat beliau tinggal, didirikan sebuah wadah pendidikan yang bersifat non formal yang di berinama Pondok Pesantren Darussu’ada.

Pondok Pesantren Darussu’ada semula letaknya di sebelah timur, di musholla al-ikhlas. Waktu Kyai Musoffa hijrah ke lokasi yang sekarang tidak diketahui dengan pasti, kapan terjadi. “tutur KH.Muhammad Aang Fauzi saat team lipsus pesantren beritalangitan.com mengunjungi kediamannya. Selasa, (21/08/2020)

Pada hari selasa pukul 14 : 46 Wib tanggal 5 Dzumadilakhir tahun 1411 H atau tanggal 23 Desember 1990 M pada usianya yang ke 72 tahun KH.Muhammad Musoffa Yahya wafat.
dengan meninggalkan istri yaitu Hj.Sofwah dan meninggalkan tiga orang putra yaitu KH.Ahmad Sofiyulloh, KH.Abdul Muiz, KH.Muhammad Mabrur dan dua orang putri yaitu Hj.Sobariyah dan Hj.Iis Tasbihah.

Sepeninggal beliau Pondok Pesantren Darussu’ada dilanjutkan oleh putra-putra dan juga cucu al-marhum, yang diberi amanah untuk menahkodai Pondok Pesantren Darussu’ada.

Adapun putra beliau yang tertua adalah KH.Ahmad Sofiyulloh setelah dua tahun sepeninggal ayahandanya KH.Muhammad Musoffa Yahya Ponpes Darussu’ada mengalami perubahan, yang asal mula hanya menerima santri putra maka pada tahun 1992 di bukalah asrama putri yang di motori pembangunannya oleh seorang dermawan H.Amin Abdulloh, maka dari sana pula perubahan nama menjadi Ponpes Darussu’ada Al-Amin.

Pada tahun yang bersamaan di mulai kurikulum yang baru yaitu adanya pelaksanaan sanlat atau pasaran. Hingga sekarang pelaksanaan nya selalu di adakan lima kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan shofar, Jumadil Akhir, Romadhon, Syawal, dan Dzulhijjah.

Sekaligus di adakan juga Haul Al-marhum al-maghfurlah Apa KH.Muhammad Musoffa Yahya yang selalu dilaksanakan setiap tanggal 5-6 Jumadil Akhir.

Tahap demi tahap perkembangan dan kemajuan yang dicapai oleh Pondok Pesantren semakin tampak, Namun dengan seiringnya waktu generasi kedua pimpinan Darussu’ada KH.Ahmad Sofiyulloh wafat. Maka sejak sepeninggal (Alm) KH.Ahmad Sofiyulloh, estafet kepemimpinan Pondok Pesantren dilanjutkan oleh putranya yaitu KH. Muhammad Aang Fauzi. Sebagaimana ayahandanya, sebelum melanjutkan estafet kepemimpinan, beliau juga dibesarkan dan dididik dari satu Pondok Pesantren ke Pondok Pesantren lainnya.

Dalam periode inilah perkembangan Pondok Pesantren Darussu’ada Al-amin semakin berkembang, hal ini terbukti dengan semakin banyaknya santri yang datang untuk menuntut ilmu dan banyaknya santri yang hadir dalam pesantren kilat atau pasaran baik dari masyarakat sekitar maupun dari daerah sekitar lainnya yang berdatangan.

KH. Muhamad Aang Fauzi

Sebagai pengasuh di Pondok Pesantren, KH. Muhammad Aang Fauzi menyadari betul bahwa tujuan besar, luhur, dan mulia yang dirintis oleh para pendahulunya, adalah merupakan amanat yang wajib dibina dan dikembangkan, serta diupayakan peningkatannya selaras dengan perkembangan zaman dengan tidak meninggalkan ciri khas pesantren salafiyahnya.

Dirinya berharap agar keberadaan Pondok-Pondok Pesantren dan peranannya di masa kini dan yang akan datang akan mampu berbuat lebih banyak serta dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi agama, bangsa serta dapat meningkatnya martabat hidup masyarakat di sekitarnya.”pungkasnya

(And

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.