Pondok Pesantren Hamada “Bermanfaat Untuk Umat”

0
1564

Bandung, Beritalangitan.com – Berada di sebuah perbukitan daerah Cirompek Kabupaten Bandung terdapat sebuah pondok pesantren yang sedang dirintis oleh seorang ustadz muda asal Karawang alumni Pesantren Nurul Huda Sukamiskin Kota Bandung Pimpinan Ajengan M Yoesni, yaitu Pesantren Hamada.

Sosok ustadz masa kini dengan pemahaman yang luas tentang ilmu agama juga ilmu sosial kemasyarakatan, ditambah keluwesannya dalam pergaulan menambah sosok pimpinan Pesantren Hamada ini mampu bertahan dan diterima dimasyarakat dengan eksistensinya.

self3
Ustad Deden Rudiyanto, S.Pd.I, Pimpinan Pondok Pesantren Hamada Jln. Sindanglaya Cirompek Kab. Bandung.

Sambutan hangat dan ramah kepada tim beritalangitan.com saat bersilaturahmi ke Ponpes Hamada dari sosok ustadz muda yang mempunyai nama lengkap Deden Rudiyanto, S.Pd.I. bersama dengan istrinya ustadzah Vina Kaniah Indrawati, S.Pd.I yang mempunyai kesamaan almamater yaitu alumni Pesantren Nurul Huda Sukamiskin dan alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Suasana tenang dan udara yang sejuk itu yang pertama kali dirasakan oleh tim beritalangitan.com saat tiba di halaman pondok pesantren Hamada, suasana yang sangat mendukung untuk kegiatan belajar. Pondok pesantren Hamada berlokasi di Kp. Cirompek Rt.03 Rw.04 Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Masuk dari jalan Arcamanik (Jl. Sindanglaya) Bandung.

Pondok Pesantren Hamada berdiri pada tanggal 13 Maret 2011. Berawal dari tanah wakaf berupa kebun dan semak belukar dengan luas 1.400 M² dari keluarga besar Mak Haji Onih di Kampung Cilajahilir Desa Sindanglaya Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung.

“Alhamdulilah atas berkah dan rahmat Allah yang maha kuasa, dengan dukungan dari berbagai pihak dan donatur serta bantuan masyarakat sekitar sampai saat ini Pesantren Hamada mempunyai  gedung Madrasah yang sedang dibangun dengan luas 4 x  6 m 2 lantai, satu rumah sederhana untuk tempat tinggal pengasuh pondok dan keluarga seluas 4 x 8 m serta Mesjid dengan ukuran 9 x 12 m yang diberi nama Mesjid Mushlih Ubailak Arruwaily”. Tutur Mang Deden, sapaan santri juga rekan biasa memanggilnya membuka sejarah berdirinya Pesantren Hamada.

IMG_2602
Mesjid Mushlih Ubailak Arruwaily dikomplek pondok pesantren Hamada.
IMG_2608
Madrasah Hamada yang baru selesai 60 persen pembangunannya.

Ada sekitar 40 orang santri yang menimba Ilmu di Pesantren Hamada ini dengan proses belajar mengajarnya dimulai dari jam 14.00 – 18.00, sebagian besar para santrinya adalah pelajar tingkat SD dan SMP, ada juga dari tingkat SMA. Lanjut mang Deden.  Selain mendidik para santri, mang Deden juga sering membina Majlis Taklim yang ada dilingkungan sekitar pesantren Hamada dan didaerah Kota Bandung. Tidak hanya itu, Ustadz muda asal Karawang ini juga tercatat sebagai salah satu pengajar Pesantren Al – Hidayah yang berada di dalam Lingkungan Lapas Sukamiskin, dimana para santrinya adalah para warga binaan Lapas Sukamiskin.

camara

bersama3
Para santri ponpes Hamada.

Fokus Mang Deden dalam menjalankan aktivitas kesehariannya adalah dengan memberikan manfaat seluas-luasnya untuk kepentingan umat. Santunan rutin tiap tahun dari pesantren Hamada selalu ada untuk kepentingan masyarakat. Karena baginya hanya dengan memberikan kebaikan dengan tulus tanpa mengharapkan balasan dari orang adalah modal utama untuk berdakwah dimasyarakat agar bisa diterima selain memberikan contoh Akhlak yang baik seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah dalam berdakwah. (tim beritalangitan.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.