Pondok Pesantren Mutiara Bangsa Depok Diserang Preman

0
1136
Ustadz perlihatkan barang bukti penyerangan.

Depok, 17/3 (beritalangitan.com) – Rabu (16/3/2016) viva.co.id mengabarkan Pondok Pesantren (Ponpes) Mutiara Bangsa, di kawasan Kukusan Beji Depok, Jawa Barat diserang Sekelompok preman yg berbuat onar. Mereka menyerang Tak hanya berlaku kasar, pelaku yang diperkirakan berjumlah sekitar 20 orang itu juga sempat berupaya mengusir penghuni ponpes.

Ironisnya lagi, ulah brutal para pelaku terjadi di tengah jam belajar para siswa yang kebanyakan berasal dari kalangan mahasiswa rantau. Ustad Achmad Fauzi, salah satu saksi, mengatakan, peristiwa ini bermula ketika dia sedang melakukan kegiatan belajar mengajar tiba-tiba didatangi sekelompok orang tak dikenal, yang berupaya melakukan pengambilalihan ponpes.

“Mereka masuk, narik-narik saya. Saya juga sempat dipegang leher, diseret keluar. Kita enggak bisa ngapa-ngapain karena jumlahnya banyak, sekitar 20 orang. Mereka mengintimidasi kami, dengan kata-kata dan perlakuan kasar. Barang-barang ponpes juga sempat diangkutin keluar. Kita disuruh pergi dari sini,” kata Ustad Achmad Fauzi , Rabu 16 Maret 2016.

Bahkan, kata Fauzi, rokok salah satu pelaku sempat mengenai tangannya. Belum puas sampai di situ, mereka juga sempat merusak pintu kelas dan mengunci paksa pagar belakang dengan menggunakan gembok dan rantai.

“Sengaja dikunci, mungkin biar warga kampung sini enggak tahu, enggak bisa bantu kita,” kata Ustad Achmad Fauzi dengan nada melas. Aksi baru berhenti setelah tak lama polisi datang, pelaku pun pergi begitu saja.

Sementara itu, menurut salah satu pengurus ponpes, Kiai Muflih Sartono, kasus ini merupakan imbas dari ketidaksediaan pihak ponpes untuk melepas lahan ponpes pada seseorang yang bernama Umar Alianto.

Kejadian bermula ketika Ading Sutarno, orang yang tadinya dipercaya untuk menjadi bendahara Ponpes, ternyata justru menggadaikan sertifikat tanah dan bangunan ponpes pada Wolly Jonathan, senilai Rp2 miliar. Dan dalam tempo satu tahun, angka itu membengkak jadi Rp4 miliar.

“Pak Ading tak sanggup membayar angsuran. Kita enggak tahu kalau dia menggadaikan sertifikat ponpes. Kita juga enggak menyangka. Tapi, menurut keterangan yang kami dapat, sama Pak Ading juga diganti aset pribadinya berupa lahan di sebuah bukit seluas 12 hektare yang ada di Kuningan dan 16 ribu pohon jati. Tapi, ternyata dia (Wolly) ingin memiliki keduanya. Disuruhlah orang yang namanya Umar ini. Nah, kami yakin, preman itu orang suruhannya dia. Karena ada yang kami kenal. Pak Ading sendiri sudah dipenjara atas kasus penggelapan sertifikat,” kata Muflih.

Diduga, mereka ngotot ingin menguasai ponpes ini karena tergiur dengan ganti rugi tol. “Ya, lokasi Ponpes memang menjadi salah satu objek yang bakal dilintasi Tol Cijago. Kasus ini sudah kami bawa ke Pengadilan Negeri Depok. Tapi mereka tidak mau mengerti,” kata Muflih Sartono.

Sangat disayangkan, saat peristiwa penyerangan terjadi, tak seorang pun anggota kepolisian yang berada di lokasi. (as/one/VIVA.co.id)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.