Ponpes Daarut Taubah Bandung, Al Uswah Fii Sabilillah

0
1687

Bandung, 1/11 (beritalangitan.com)  – Jika bertanya pada orang Jawa Barat terutama Bandung dan sekitarnya  tentang kawasan “Saritem” maka mungkin sulit menemukan orang yang tidak tahu, karena inilah kawasan lokalisasi Prostitusi terbesar di Ibu Kota Jawa Barat ini, namun kini gaung dari kawasan “lembah hitam” ini sudah tidak begitu popular lagi dibicarakan orang sejak berdirinya sebuah pondok pesantren salafiyah persis ditengah tengah lokalisasi ini, bahkan bangunan pesantren ini sendiri adalah bekas rumah seorang mucikari  yang kemudian bertaubat dan menjual bangunan besar ini untuk dijadikan sebuah pondok pesantren.

Perang  terbuka melawan kemaksiatan ini berawal dari kehendak para Kyai sekitar 15 tahun yang lalu yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Bandung  yang disambut baik oleh Walikota Bandung saat itu untuk segera memberangus dan mengentaskan masalah prostitusi ini, kemudian dengan berbagai rintangan dan terus mendapat ancaman, intimidasi dan berbagai teror akhirnya pesantren ini dapat berdiri.

Sejak dirintis oleh ustadz Yayat atau “Kang Anom” kemudian kepemimpinan diteruskan oleh KH. Ahmad Haedar hingga kini, tetap saja perang dingin dan potensi konflik terus terjadi, bahkan pernah satu kali diturunkan ratusan orang dari salah satu ormas islam untuk menekan populasi ini, namun ternyata malah mendapat perlawanan dari ribuan penduduk dengan dibantu kroni kroninya.

Menyadari hal itu kemudian Kyai Ahmad Haedar mengganti strategi dengan pola yang lebih persuasif dan konfrehensif agar permasalahan dapat terselasaikan hingga ke akarnya, kemudian sang Kyai mulai melakukan pendekatan pendekatan kemasyarakatan yang lebih nyata dengan melakukan pembinaan, kegiatan sosial, bahkan mengadakan berbagai pelatihan keterampilan bagi para pelaku prostitusi tersebut.

Hal tersebut dipaparkan Kyai ini saat ditemui tim lipsus pesantren di kediamannya jumat 30/10/15, Alhamdulilah menurut catatan Dinas Sosial, angka pelaku prostitusi disini saat ini sudah jauh ditekan dibanding limabelas tahun yang lalu,  yang penting itu tetap ikhlas dan Istiqomah tambahnya, berjihad itu akan selalu mendapat rintangan dan halangan dari mana saja arahnya, adapun target atau goal yang ingin kami capai disini adalah membuat seluruh kehidupan di masyarakat “Saritem” ini  kembali ke kehidupan normal dan beradab, bahkan menjadikan masyarakat yang lebih islami.  (Tim lipsus pesantren beritalangitan.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.