PP Mahasiswa Universal, Warna Baru Pondok Pesantren

1
3177

Bandung, 28/10 (beritalangitan.com) – Usianya masih relatif muda, bertempat di Jl.kelurahan Cipadung  No. 1 Rt 02/08 Kecamatan Cibiru kota Bandung, baru berdiri sebagai sebuah pondok pesantren pada tahun 2010, namun di usianya yang baru lima tahun dengan diberi nama sedikit berbeda yaitu “Pondok Pesantren Mahasiswa Universal“ dipimpin oleh DR. KH. Tatang Astarudin S.Ag. SH. Msi, pesantren ini memang lahir dari kegelisahan akan banyaknya friksi diantara aktivis mahasiswa di sekitar sang Kyai yang juga adalah Dosen di Universitas Islam Negeri SGD Bandung, dan santri di tempat inipun seluruhnya adalah mahasiswa.

Dari kegelisahan itulah muncul gagasan untuk menampung dan mengakomodir potensi mahasiswanya, dan sang Kyai memutuskan untuk membangun sebuah pesantren dan hingga saat ini tercatat sudah 267 Mahasiswa/i  yang kini menjadi santri di pondok pesantren tersebut, sebuah angka yang cukup fantastis untuk ukuran sebuah pesantren yang baru berusia lima tahun.

Secara umum materi pengajaran yang disampaikan disini tak jauh berbeda dengan pesantren pada umumnya, seperti nahwu, sharaf, mantiq, bayan dan lain sebagainya, namun disamping ilmu kepesantrenan Kyai Tatang memilih mengarahkan santrinya untuk menekuni bidang entrepreneurship atau kewirausahaan, disamping juga mendorong minat dan bakat mahasiswa dalam bidang seni dan keterampilan lainnya.

“Hingga saat ini baik pembangunan maupun operasional pesantren kami belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah, kalau dari perorangan sih ada” tutur Kyai Tatang saat disambangi team lipsus pesantren beritalangitan.com Senin 26/10/15, namun menurutnya pesantren itu haruslah menganut prinsip kemandirian secara ekonomi, seorang Kyai itu tidak boleh meminta-minta agar ilmunya tetap berkah dan seorang Kyai tetap akan dihargai dan didengarkan jelasnya.

Saat ditanya perihal nama yang digunakan yaitu “Universal” Kyai Tatang menjawab bahwa konsepsi Islam itu Universal, demikian pula saat kita harus menjawab setiap kebutuhan ummat harus dengan universalitas, dikota besar seperti Bandung ini faham dan keyakinan di kalangan mahasiswa sendiri sudah terkapling kapling dengan corak ideologi yang senada tapi tak sama, untuk itu sebagai peredam dan penyeimbang perlu kembali ke konsep universalitas Islam untuk menjawab semua itu.

Kyai Tatang meyakini bahwa dengan prinsip Inklusif, empatik dan toleran, pendidikan akan dapat diterima di tengah masyarakat yang sudah terkapling tadi, dan pondok pesantren yang di dirikannya ini lebih banyak membantu kalangan menengah kebawah, “kami tidak membebankan biaya yang tinggi, bahkan lebih disesuaikan bagi yang kurang mampu karena bagi kami “Kemuliaan itu adalah bisa berbuat sebaik baiknya untuk khalayak seluas – luasnya”.   (tim lipsus beritalangitan.com)

1 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum

    Mohon dibantu pencerahnnya

    Nama saya Ananda panca. Bandung. Jalan bunga Bakung no. 14.
    Saya mempunyai uwa yang Sekarang sudah d tinggal suami karena meninggal Dunia… Dahulu menikah d vonis tidak visa mempunyai keturunan, maka Dari ITU beliau mengangkat anak laki-laki Dari mulai bayi merah sampai dengan Sekarang. Tidak Tahu apakah karena sesuatu Hal maka beliau sangat memanjakan anak tersebut hingga Sekarang tidak mempunyai keahlian, melawan orang tua , intinya tidak sesuai dengan harapan.
    Hingga lanjut ke pernikahan yang Hanya berumur 2 tahunan, kini berpisah. Jiwanya labil, galau,Dan memerlukan bimbingan Secara agama Islam.
    Dikarenakan keadaan saya Belum mencukupi, maka saya Dan keluarga tidak bisa mengambil anak ini untuk tinggal Bersama.
    Setelah saya membaca ini, maka sudikah pesantren yang bapak pimpin dapat mengajak anak ini agar di gembleng Dan di didik Secara agama Islam dan menetap di pesantren Tanpa biaya yang formal.
    Mohon dibantu

    Ananda panca
    Email: apancasutoaryadi@gmail.com

    Tlp : 088-122-8339 3

    Terima Kasih
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.