Rifaldi Pranata “Hidup Hanya Sekali Hiduplah Yang Berarti”

0
3144
Rifaldi Pranata Santri Diponegoro.

Klungkung Bali, Beritalangitan.com 2/5 – Berawal dari keinginan orangtuanya agar ia masuk Pesantren, semula tidak ada niatan sama sekali baginya untuk menimba ilmu di Pesantren karena cita-citanya dulu adalah sekolah di bidang Pariwisata dan bekerja di kapal pesiar atau sejenis itu, tapi karena tak ingin mengecewakan kedua orangtuanya akhirnya Ia menuruti kamauan orang tuanya untuk masuk pesantren. Namanya Rifaldi Pranata berusia 16 tahun, ia adalah anak dari pasangan Anang iryanto dan Askuryati asal Sesetan Denpasar Bali.

Bulan pertamanya di pesantren Faldi merasa sangat tidak betah dan ingin pindah ke SMA regular tetapi beruntung ada kakak tingkat nya yang sudah lama mondok, inilah yang banyak memberinya motivasi, karena kakak tingkatnya itu sudah hapal puluhan juz dan ilmu agamanya yang bagus serta wawasannya luas, inilah yang membuat Fadli berfikir “jika orang lain bisa kenapa saya tidak”, dari situ seiring berjalannya waktu dan niat yang mulai kuat Faldi akhirnya menemukan jati dirinya dan ia merasa pondok pesantren adalah tempat yang tepat untuk mencari ilmu.

Saat ini Faldi sudah hapal 5 juz melebihi target yang disyaratkan kelulusan, padahal semula Fadli tidak yakin untuk bisa menghapal 4 juz saja, tetapi setelah berusaha sungguh–sungguh akhirnya ia bisa menghapal qur’an, asalkan “niat yang kuat usaha sungguh-sungguh kita pasti bisa”, tutur Fadli bersemangat.

“Tujuan  saya mondok di pesantren adalah untuk memperdalam ilmu agama dan ingin bisa berdakwah karena saya sangat miris melihat teman-teman yang pergaulannya sangat bebas, insyallah setelah saya selesai mondok mau belajar mengajak teman-teman ke jalan yang benar”, dulu saya sempat masuk ke pergaulan yang tidak baik tetapi atas ijin Allah Alhamdulillah saya bisa berubah setelah mondok di pesantren Diponegoro ini.

Selanjutnya menurut Faldi, Pesantren itu bisa merubah seseorang yang tadinya tidak terarah bisa menjadi terarah hidupnya bahkan pesantren itu bisa mencetak generasi yang soleh dan solehah. “hidup hanya sekali, dan ‘hiduplah yang berarti’ artinya hidup di dunia itu harus bisa bermanfaat bagi orang lain, rugi sekali jika hidup di dunia ini tidak dimanfaatkan dengan sebaik mungkin”, pungkasnya ( tim lipsus beritalangitan.com )

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.