Rusli Santri Miftahul Ulum, Muallaf yang Betah Hidup Dipesantren

0
1392
Rusli / Bule (kiri) Santri Muallaf Pondok Pesantren Miftahul Ulum Cianjur

Cianjur, 20/3 (beritalangitan.com)  – Usia dan latar belakang tidak menghalangi seseorang  untuk menerima sebuah kebenaran. Jika Allah telah berkehendak memberikan hidayah maka tidak ada yang bisa menghalanginya. Demikian halnya santri Miftahul Ulum, ia adalah seorang muallaf, namanya Rusli alias (Bule) berusia 52 tahun. Diusianya yang sudah menginjak setengah abad ini ia masih tetap semangat menuntut ilmu di Miftahul Ulum bersama santri lainnya. Baginya menuntut ilmu itu lebih utama dibanding apapun, karena dengan ilmu kita bisa tau jalan menuju kepada keselamatan didunia dan diakhirat, kata dia kepada tim lipsus beritalangitan.com.

Santri yang terbilang paling senior ini tadinya beragama kristen katolik, karena pengaruh lingkungan yang mayoritas muslim di tempat tinggalnya dulu di Jakarta, disinilah Rusli mulai mengenal Islam,  hingga akhirnya ia semakin tertarik dan akhirnya sekitar tahun 90-an ia bulat menyatakan masuk Islam dengan berikrar dua kalimah syahadat. “Sebelumnyapun saya sudah menjalankan perilaku seorang muslim seperti umumnya seperti shalat, mengaji, merayakan hari raya, dan ikut dalam kegiatan hari besar islam lainnya”, lanjutnya.

Setelah resmi menyatakan masuk Islam untuk memperdalam ilmu agamanya, Rusli hijrah ke Cianjur dan masuk pesantren Miftahul Ulum sampai saat ini. Dengan penuh istiqomah ia berguru kepada Ajengan Dadun Abdul Halim selaku pimpinan pesantren. “Dengan bimbingan “Akang Ajengan” (sebutan Rusli kepada Ajengan Dadun) saya merasakan dan menemukan kedamain hati. Saya meyakini sekali bahwa inilah jalan yang benar, jalan yang Allah tunjukan untuk hambanya yang mencari kebenaran”. Dengan keyakinan itu Rusli semakin bersemangat untuk menimba ilmu walaupun secara usia tidak muda lagi.

Rusli meneruskan kisah spiritualnya mondok di pesantren Mifthaul Ulum, ia mengungkapkan sadar akan keterbatasan ilmu yang dimiliki, untuk berdakwah lebih jauh belum bisa tetapi keinginan untuk berdakwah terus ia tularkan semangat dan konsistensinya kepada santri juniornya di pesantren, supaya kelak mereka menjadi para ulama panutan masyarakat yang mampu mencetak generasi Islam yang lebih hebat, kata Rusli mengungkapkan harapannya.

Ia juga berpesan kepada semua orang khususnya masyarakat atau generasi muda, untuk memperdalam ilmu agama secara utuh, dan untuk itu pesantren merupakan lembaga yang tepat untuk menimba ilmu dengan kajian-kajian kitabnya yang lengkap. Ternyata mondok di pesantren itu sangat menyenangkan, sulit digambarkan seperti apa indahnya mondok dipesantren tatapi jika ingin tahu silahkan bergabung bersama kami disini, ajak Rusli diakhir perbincangan.  (Tim Lipsus Beritalangitan.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.