Santri Manarul Huda

0
2414

Bandung, (beritalangitan.com)  – Saat tim lipsus beritalangitan.com berkunjung ke pondok pesantren Manarul Huda di jalan Dago Bengkok, Bandung.  Sebagian dari tim berbincang dengan salah satu santri di pesantren tersebut. Ali Nurdin (18) remaja asal Pameungpeuk Garut, sudah lima tahun mondok di pesantren Manarul Huda

Anak kedua dari empat bersaudara ini adalah putra dari pasangan Ajidin dan Onah memilih menimba ilmu di pesantren salafiyah untuk memperdalam ilmu agama, karena menurutnya ilmu agama hanya bisa di dapatkan secara fokus  di pesantren salafiiyah, seperti halnya Ali kawan seperjuangannya Alwan Al-Kaelani rekan satu pondoknya, datang dari Ciranjang Cianjur memiliki cita-cita sama dengan dirinya yaitu ingin menuntut ilmu agama.

Cita cita keduanya sama yaitu ingin mendirikan sebuah pesantren suatu hari nanti, dan sang gurulah yang menjadi sosok panutan dan di jadikan sebagai teladan bagi mereka. “Pak Kyai itu orangnya baik, ramah dan menjadi sosok pengganti orang tua di pesantren ini, tidak hanya ilmu agama yang saya dapatkan di pesantren ini, saya juga di didik dengan berbagai disiplin ilmu, ilmu dagang, pertanian sampai ilmu tukang bangunan pun saya dapatkan” ungkapnya.

Lima tahun adalah waktu yang cukup lama bagi Ali Nurdin dan temannya, suka dan duka telah mereka lalui. Tapi menurutnya lebih banyak suka dari pada duka karena masa-masa duka itu datangnya tidak tiap hari, lain halnya dengan masa-masa suka, saat belajar, diskusi, saat makan bersama dan masih banyak lagi. Hal-hal itulah yang membuat mereka semakin betah tinggal untuk menimba ilmu disana.   (tim  lipsus beritalangitan.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.