Sunanul Huda Cikaroya, “Pilar-pilar Sukabumi Sebagai Kota Santri”

0
9920
KH. Uci Sanusi, KH. Buya Dadun Sanusi, KH. E. Sholahuddin Al Ayubi Sanusi

Sukabumi, 10/5 (Beritalangitan.com)  – Sedikit bergerak ke arah utara Kota Sukabumi tim lipsus pesantren beritalangitan.com ingin menyusuri Pondok Pesantren yang berakar sejarah kuat dalam perkembangan dakwah Islam dan dunia kepesantrenan,  tepatnya berada di Kampung Cikaroya Desa Cibolang Kaler Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi terdapat pesantren yang sudah berdiri tiga generasi dan didirikan oleh Kyai berkharisma yang memiliki jamaah besar. Jamaahnya mencapai ribuan setiap ia ceramah pada masanya.

KH. Uci Sanusi, Pendiri Pondok Pesantren Sunanul Huda Cikaroya
KH. Uci Sanusi

Sosok Kyai almarhum pendiri pesantren Sunanul Huda ini adalah KH. Mama Uci Sanusi, ia adalah murid kesayangan KH. Ahmad Sanusi (alm). Kedekatannya dengan tokoh Kyai legendaris asal Sukabumi KH. Ahmad Sanusi ini terbukti saat KH. Ahmad Sanusi pada tahun 1921 mendirikan pesantren baru di Kampung Genteng Babakansirna atau dulu bernama Distrik Cibadak Afdeeling Sukabumi, Mama Uci (alm) lah yang dipercaya untuk memimpin pesantren Cantayan milik KH. Ahmad Sanusi.

Pada tahun 1935 KH. Mama Uci Sanusi (alm) memutuskan untuk mendirikan sebuah surau (Mushola) di Kampung Baru (Tugaran Baru) yang sekarang bernama Cikaroya. Setelah beberapa tahun berjalan, pengajian di surau itu semakin besar, lalu Mama Uci mendirikan asrama – asrama atau kobong dan sekaligus mendirikan lembaga formal pertama yaitu Madrasah Diniyah. Diniyah inilah cikal bakal Pesantren Cikaroya yang sekarang terkenal dengan nama Pesantren Sunanul Huda atau yang lebih akrab disebut “Soe Hoe”.

Pada tahun 1965 Mama Uci Sanusi meninggal dunia di usia ke 60 tahun saat melaksanakan Tablig Akbar di Palabuhanratu. Sunanul Huda kemudian diteruskan oleh generasi penerusnya yaitu puteranya KH. Buya Dadun Sanusi. Di Sukabumi ia adalah seorang ulama besar yang sangat di kenal keilmuannya, ketawadhuannya, keberkahan dan keistiqomahannya sebagai seorang “Ulamaul ‘Amiliin”. Pesantren ini selama kepemimpinannya mengalami kemajuan yang sangat pesat, bisa dilihat saat milad atau peringatan hari-hari besar Islam atau manakiban yang selalu dihadiri oleh ribuan orang jamaah.

KH. Buya Dadun Sanusi (alm)
KH. Buya Dadun Sanusi (alm)

Pada tahun 1997 madrasah itu resmi menjadi Yayasan Pondok Pesantren Sunanul Huda. Hal ini semakin menambah kemajuan yang cukup pesat. Pesantren ini resmi membuka pendidikan formal disamping pesantren salafi tetap berjalan dengan manajemen yang berbeda. Sekolah formal yang tersedia saat ini yaitu Madrasah Tsanawiyah (SMP) dan Madrasah Aliyah (SMA). Namun meski demikian tak ada yang berubah pada sistem pembelajaran di pesantren sejak awal berdiri hingga kini masih menggunakan sistem pembelajaran salafiyah, khususnya Tafsir dan Da’wah.

Santri PP. Sunanul Huda, Gerbang Pondok Pesantren, MTS dan MA Sunanul Huda, Masjid PP. Sunanul Huda Cikaroya
Santri PP. Sunanul Huda, Gerbang Pondok Pesantren, MTS dan MA Sunanul Huda, Masjid PP. Sunanul Huda Cikaroya
KH. Encep Solahuddin Al Ayubi Sanusi, S.Ag.
KH. Encep Solahuddin Al Ayubi Sanusi, S.Ag.

Tepatnya pada hari Jum’at tanggal 13 Februari 2004 pukul 11.00 Ulama besar, ahli Tafsir dan Guru besar Sukabumi KH. Buya Dadun Sanusi wafat di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta. Selanjutnya kepemimpinan Sunanul Huda di lanjutkan oleh Puteranya yaitu KH. Encep Sholahuddin Al Ayubi Sanusi, S.Ag. Meski pada awal transisi kepemimpinannya Sunanul Huda sempat terpuruk karena peralihan yang sangat mendadak. Namun pada tahun 2010 Kyai muda ini mulai bangkit dan membangun kembali kharisma masyarakat terhadap pesantren ini. Dan hasilnya hingga saat ini santri Sunanul Huda mencapai 800 orang santri ikhwan dan akhwat dan setiap tahunnya bertambah. (Tim lipsus beritalangitan.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.