Tetap Konsisten Dalam Mencerdaskan dan Memperkuat Aqidah Umat

2
1996
KH. Aten Munajat, Pimpinan Pondok Pesantren Adzikro

Garut, 4/2 (Beritalangitan.com)  Berkunjung ke sebuah Pondok pesantren yang terletak di Kampung Bojongkalapa Rt 01/05 Desa Karangsari  Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut di bawah pimpinan KH. Aten Munajat, lingkungan Pesantren yang cukup bersahaja dengan ciri khas Pesantren tradisional dan sarana penunjang sebuah Pesantren  seperti asrama kobong, masjid dan kolam ikan yang berada di beberapa sudut pesantren, serta fasilitas lainnya.

Mesjid Pondok Pesantren Adzikro, Karangpawitan, Garut
Mesjid Pondok Pesantren Adzikro, Karangpawitan, Garut

Pondok Pesantren Adzikro terbilang sebagai salah satu pesantren yang berusia cukup tua di Kabupaten Garut, pondok ini berdiri sebelum Indonesia merdeka  kira-kira tahun 1890 hampir seangkatan dengan tahun berdirinya Pondok Pesantren Keresek yang juga di daerah Cibatu Garut.

Pada awal didirikan pesantren ini bernama Pondok Pesantren Bojongkalapa sesuai dengan nama kampung tempat pesantren tersebut berdiri, pendirinya adalah KH. Sadeli dan di teruskan oleh anaknya yaitu  KH. Bani  kemudian di lanjutkan oleh KH. Asep Endun yang merupakan ayah KH. Aten Munajat. Dibawah kepemimpinan KH. Aten inilah kemudian pesantren ini berubah nama menjadi Pondok Pesantren Adzikro sampai sekarang.

Meski lingkunganya cukup sederhana tetapi tetap menampilkan nuansa islami, para santrinya berbaur dengan masyarakat sekitar, dengan hasil jerih payah Kyai Aten dengan dibantu saudaranya Pesantren tersebut mampu berdiri kokoh di tengah-tengah masyarakat, terdapat tujupuluh santri bermukim dipesantren ini di tambah dengan santri kalong yang bejumlah sekitar duaratus orang yang berasal dari kampung sekitar, sehingga disini sangat terasa nuansa sebuah pesantren salafiyah dimana para santri mengaji sejak subuh dan selepas isya.

Kepada beritalangitan.com sang Kyai menegaskan bahwa sebuah pondok pesantren harus mampu mandiri untuk menghidupi pesantren agar tidak meminta-minta, seperti pesantren ini hampir seluruh sarana dan prasarananya  hasil dari jerih payahnya sendiri dan saudara-saudaranya serta bantuan dari para dermawan di lingkungan sekitar.

Aten sendiri adalah sosok Kyai yang sederhana dan penuh wibawa, dirinya tak pernah menyianyiakan waktu selain mendidik para santri dan mengisi majelis ta’lim dilingkungan Bojongkalapa yang sudah dibinanya hampir 20 tahun, selain itu dirinya juga sibuk sebagai  Ketua Himpunan Alumni Miftahul Huda  (HAMIDA) di kabupaten Garut.

Dengan adanya Pesantren Adzikro ini sangat banyak sekali membawa perubahan terhadap  masyarakat  sekitarnya, salah satu tujuannya adalah  untuk selalu konsisten memperkuat aqidah, mencerdaskan umat agar menjadi umat yang sholeh yang tetap berpegang teguh kepada alquran dan Sunnah sebagai ahli Sunah Waljamaah, pungkasnya.

(Beritalangitan.com/CG/IY)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.