Ustad Cecep Saiful Anwar, Sosok Pejuang Gigih Dalam Merubah Masyarakat

1
2002
Ustad Cecep Saepul Anwar, Pimpinan Ponpes Al-Istiqomah.

Garut, Beritalangitan.com 02/05 – Menyisir sudut lain Garut tepatnya  di kampung Panyingkiran desa Sukawangi kecamatan Cisurupan Garut ditempat ini terdapat sebuah pondok pesantren bernama pesantren Al-Istiqomah dibawah pimpinan Ustad Cecep Saepul Anwar (37).

Berbeda dengan banyak kisah pesantren sebelumnya pesantren  yang satu ini, benar-benar mulai merintis pesantren dari nol, mendatangi rumah-rumah warga, kemudian ke majlis ta’lim,  tetapi bagi Ustad cecep itu sama sekali bukan halangan atau batasan dalam mengabdi terhadap Ummat.

Pesantren ini sebenarnya didirikan oleh sang kakek, KH Abdul Majid pada tahun 1989, berupa majlis ta’lim dengan jamaah warga sekitar lingkungan tersebut, setelah  Ustad Cecep selesai mengenyam pendidikan pesantren di Miftahul Huda Manonjaya ia langsung pulang ke tempat asalnya karena  pada saat itu kehadirannya untuk melanjutkan membina dan membesarkan majlis ta’lim sangat diperlukan sekali, akhirnya Ustad pun bertekad  untuk  mengabdikan diri dan ilmu nya disana hingga pada tahun 2003 terbentuklah pesantren Al Istiqomah.

IMG-20160502-WA0000_resized
Masjid Ponpes Al-Istiqomah.

Dari pendekatan langsung kerumah-rumah penduduk dan mengisi pengajian dari mesjid ke mesjid lambat laun mulailah banyak jemaah menitipkan anak-anaknya untuk di didik kepadanya, walaupun masih sebagai santri kalong, jumlah santri kalongnya kini sudah lebih dari seratus lima puluh orang dan lima orang santri mukimin yang datang dari sekitar kabupaten Garut.

Pola dakwah yang digunakan oleh ustad yang juga Ketua MUI Desa Sukawangi ini adalah dengan terjun langsung dan terlibat dengan berbagai kondisi masyarakat yang notabene adalah kelas menengah kebawah, jadi ia menggunakan pola pendekatan langsung, ia tak segan-segan membantu secara materi maupun non-materi jika ada warga yang membutuhkan.

“Memberikan contoh dan suri tauladan yang baik kepada masyarakat adalah pola yang paling efektif dalam membina akhlaq mereka”, paparnya.
Dengan pola seperti itu hasilnya  sudah bisa terlihat dari jumlah jamaah majlis ta’lim yang terus semakin meningkat, sekarang jamaah majlis ta’lim tak kurang dari 250 orang yang rutin mengikuti majelis setiap minggunya. Bahkan walaupun intensitas pengajian mencapai empat kali dalam satu minggu jumlah jamaahnya tetap konstan rata rata 150 orang.

Hanya untuk santri mukim diakui masih terbilang belum ada peningkatan, menurutnya hal ini terjadi karena belum adanya sarana dan prasarana yang memadai, sehingga ustad Cecep menggunakan rumah-rumah warga sebagai kobong untuk menginap santri-santrinya, tetapi hal ini tidak menyurutkan semangatnya, bahkan dengan keadaan seperti ini bisa memberikan hal positif kepada orangtua santri, karena menurutnya menambah lahan ibadah, baik bagi santri ataupun bagi orang tua santri. Dua garapan itu malah memberikan nilai pahala yang  luar biasa.

Masyarakat Panyingkiran memang sangat mendukung sekali perjuangan Ustad yang masih tergolong muda ini dalam membangun pesantren salafi, hal itu tak lain karena kemampuan Ustad ini dalam bergaul dan mengambil hati masyarakat dengan kejujuran dan kegigihannya.

Saat beritalangitan.com berkunjung kepesantren ini, Ustad Cecep pun menyatakan bahwa dirinya akan memegang teguh jati dirinya dan berencana akan membangun pesantren salafiyah, mengingat banyak sekali santri-santri yang berdatangan ingin bermukim di sana dan masih terkendala dengan jumlah kobong di pesantren dan alhamdulillah masyarakat pun sudah mendukung.

Inilah Atmosfir segar bagi umat, dengan hadirnya sosok Ustad muda yang energik, dengan kegigihannya mampu menggerakan masyarakat menjadi masyarakat yang lebih religius, sosok yang gigih berjuang meskipun dihantam berbagai kendala namun tetap konsisten mengemban amanah. (Cg)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.