Pohon Mampu menunjukan Kebenaran Al-Qur’an bag 3

0
348
Ilustrasi hari bumi. ©Shutterstock.com/TijanaM

Oleh : S. Guntoro

POHON MAMPU MEREKAM PERILAKU MANUSIA

Pohon ternyata tidak saja bisa berfikir. Namun ternyata juga mampu mengingat apa yang terjadi dan dilakukan oleh mahluk disekitarnya, termasuk manusia.

Untuk membuktikan bahwa tanaman atau pohon dapat mengingat peristiwa, seorang pakar Botani dari Amerika Serikat, Dr. Backster, telah melakukan penelitian terkait dengan hal tersebut

Backster menyiapkan dua pot tanaman perdu yang di taruh dalam suatu ruangan dengan jarak berdekatan. Kemudian menyiapkan enam orang pemuda sebagai relawan. Dimana satu dari enam pemuda tersebut membawa benda tajam yang akan digunakan untuk merusak salah satu dari dua tanaman yang ada dalam pot tersebut. Keenam relawan tersebut berbaris lalu berjalan melewati ke dua tanaman tadi pada jarak yang dekat. Relawan kesatu s/d keempat berjalan didekat tanaman tanpa melakukan sesuatu. Tapi Relawan kelima, sesuai dengan intruksi, membawa benda tajam, dengan wajah yang garang dan marah merusak (memotong) cabang-cabang dan ranting salah satu dari dua tanaman tersebut.

Di lain hari, salah satu tanaman yang masih sehat dalam ruangan tersebut dihubungkan dengan Poligraf. Kemudian keenam relawan berbaris dan satu-persatu berjalan mendekati tanaman yang masih hidup dalam pot. Para relawan berbaris dan berjalan dengan urutan seperti pada hari sebelumnya. Ketika relawan satu s/d empat berjalan mendekati tanaman yang masih sehat, tanaman tersebut tidak memberikan respon apapun. Namun ketika relawan kelima mendekati tanaman tersebut, terjadi respon yang luar biasa. Hal itu tergambar pada gelombang cahaya yang grafiknya bergejolak tajam pada layar monitor Poligraf. Gejolak grafik tersebut bisa saja menunjukkan kemarahan atau ketakutan dari tanaman saat melihat si pelaku kejahatan terhadap temannya (tanaman lain) yang masih tersimpan dalam memorinya. Namun hingga kini belum ada ilmuwan yang menemukan dimana pusat memori tanaman atau pohon itu berada.

Hasil riset ini sempat kami konfirmasikan kepada Prof. Yunus. Menanggapi hasil experimen Dr. Backster ini, Prof. Dr. Muhammad Yunus berkomentar:

Prof. Yunus : “Bahwa kita, perlu mengambil hikmah hasil riset ini, agar kita lebih bersikap arif terhadap pohon atau tanaman yang kita pelihara. Umpamanya kita memiliki tanaman buah- buahan yang telah kita pupuk dengan baik dan benar, sudah kita sirami dan rawat dengan baik, namun tidak kunjung menghasilkan buah.”

“Jangan terburu-buru jengkel lantas menebang atau menggunduli tanaman tersebut. Justru dengan adanya pohon yang tidak mau berbuah itu, kita perlu introspeksi. Bisa jadi Shalat kita kurang mantap, mungkin kita malas Dzikir. Atau jangan-jangan jangan sudah sekian bulan lupa menunaikan Zakat. Bisa juga dapat tambahan rezeki tapi lupa Infaq dan Shodaqoh.  Dalam hal ini kita perlu lebih bijak, karena pepohonan atau tanaman amat peka dan responsif terhadap apa yang terjadi disekitarnya, termasuk terhadap perilaku pemeliharanya.”

“Karena itu tidak mengherankan ketika menyaksikan nabi Zakaria yang tidak bersalah, akibat fitnah beliau dikejar untuk dibunuh, sehingga sebuah pohon merasa terpanggil untuk menolongnya, meski harus dengan memecahkan batangngnya.”

Demikian komentar Prof.  Muhammad Yunus (BERSAMBUNG)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.