Cianjur, 15/3 (Beritalangitan.com) – Hari pertama perjalanan jelajah pesantren Priangan Barat dimulai dengan Pondok Pesantren Al–Muslimun Cianjur Selasa 14/03. Santri yang berhasil ditemui oleh tim yaitu M. Indra Subagja (17), Ujang Ahmad (16), Dewi Amaliyah (17) dan Salis Siti Zenab (15), mereka adalah para pengurus Rois di pesantren Al-Muslimun yang mempuyai semangat belajar tinggi dalam menuntut ilmu di pondok ini.
Indra sebagai ketua rois mempunyai tanggung jawab dalam mengemban amanah atas kepemimpinannya dalam membangun kedisiplinan dan menjaga kestabilan semangat belajar para santri, terbukti dengan pemaparannya saat ditanya oleh tim beritalangitan.com, Indra menggambarkan suka dukanya menjadi seorang santri sekaligus menjadi ketua rois.
Indra mengaku sangat senang berada dipondok terutama akan kebersamaannya yang sudah menjadi khas pondok pesantren, sebaliknya ia sangat sedih jika melihat pelanggaran yang dilakukan oleh para santri, terlebih jika sudah diingatkan tetapi masih melakukan pelanggaran, seperti merokok, kurangnya menjaga kebersihan, tidur saat proses belajar, pulang tanpa ijin sebelum selesai belajar atau pulang kerumahnya masing-masing tanpa ijin pihak pesantren, pelanggaran seperti itulah yang dianggap menganggu kebersamaan yang sudah terjalin di pondok ungkapnya.
Dari hasil wawancara ekslusif tim dengan para pengurus rois pondok pesantren Al-Muslimun, ditemukan satu kesamaan cita-cita yang luhur dari para santri, walaupun dengan motif dan latar belakang yang berbeda, para santri ini memiliki satu cita-cita yang sama yaitu ingin mengamalkan kembali ilmu ditengah masyarakat, walaupun dengan cara yang berbeda-beda.
Indra anak pertama pasangan Ade Sulaeman dan Iin Ratnadewi ini memilki keinginan untuk mempunyai pondok pesantren sendiri dikemudian hari. “saya ingin menjadi orang yang memberikan manfaat bagi orang lain degan mengamalkan ilmu yang saya milikki, mudah-mudahan kelak bisa mempunyai pondok pesantren” tuturnya.
Ujang Ahmad rekannya menambahkan “Kalau saya ingin menjadi seorang tahfid yang bisa mengajarkan kembali ilmu yang saya miliki kepada generasi selanjutnya”. Begitupun kedua pengurus rois akhwat yaitu Dewi Amaliyah dan Salis Siti Zenab ikut memberikan komentarnya. “saya ingin berdakwah dan menjadi seorang ustadzah” tutur Dewi senada dengan Salis.
Diakhir perbincangan para santri ini memberikan sedikit pesan terhadap saudara-saudaranya yang masih belum paham terhadap dunia pesantren, seperti ungkapan Dewi dan Salis dua orang santriwati yang sudah 5 tahun mondok di Pesantren Al-Muslimun, kami mengajak masyarakat luas untuk mendidik putra-putrinya di pondok pesantren, karena dipesantren ilmu agama lebih lengkap diajarkan tanpa meninggalkan ilmu umum, pokoknya “tong gengsi jadi santri” (jangan minder untuk menjadi santri – Red) ujar Ujang Ahmad menutup pembicaraan. (Tim Lipsus Beritalangitan.com)