Cerita Dibalik Al- Qur’an dan Napoleon

0
1673

Disusun oleh : Ruswandi

Beritalangitan.com – Sosok Napoleon Bonaparte dikenal tidak hanya dikalangan sejarawan saja, namun orang awam sekalipun. Napoleon adalah orang yang ahli dibidang politik sehingga tumbuh menjadi seorang pemimpin hebat. Banyak wilayah yang berhasil ia taklukan sehingga namanya diagung agungkan bukan hanya oleh orang orang di negaranya namun juga oleh masyarakat dunia.

Yang menarik ternyata Napoleon memiliki hubungan erat dengan islam. Suatu ketika ia pernah menanyakan dimana sebenarnya markas kaum muslimin. ”Dimanakah markas kaum muslimin?” Tanya Napoleon, kemudian orang – orang kepercayaannya menjawab di Mesir, Maka bersama seorang penerjemah yang bisa berbahasa arab, Napoleonpun pergi ke Mesir, ia langsung menuju perpustakaan terbesarnya. Disana Ia memerintahkan untuk membaca salah satu bukunya.

Sipenerjemah kemudian mengambil salah satu buku diantara sekian banyak buku yang ada. Dan entah mengapa ternyata yang diambil tersebut ialah Al-Qur’an. Maka dibacakalah Al-Qur’an tersebut lembar demi lembar di depan Napoleon. Hal itu ternyata sang kaisar terpana dan terpesona oleh keagungan isinya.

“sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk (kepada manusia) menuju jalan paling lurus” (QS. Al- Isra : 9)

Napoleon keluar dari perpustakaan itu sambil terus mengingat bunyi Al-Qur’an dan maknanya yang baru didengarnya dari si penerjemah. Sampai malam hari ia tak kuasa menolak kekaguman terhadap Al-Qur’an. Tidurnyapun terngiang kata – kata didalam Al-Qur’an tersebut. Sungguh isi kitab suci tersebut telah merasuk kedalam jiwanya begitu mendalam.

Keesokan harinya, Napoleon bersama si penerjemah kembali mengunjungi perpustakaan. Ia meminta dibacakan ayat lanjutan dari buku yang kemarin yakni Al- Qur’an, maka si penerjemahpun membacakan lanjutan ayat Al Qur’an dibarengi dengan pembacaan maknanya. Sepanjang perjalanan menuju penginapan sampai malamnya, hati dan pikirannya tak pernah lepas dari makna Al Qur’an yang baru saja didengarnya.

Malamnya ia begitu tenggelam dengan penghayatan Al Qur’an yang begitu mendalam. Maka untuk ketiga kalinya, di keesokan harinya dia meminta kepada si penerjemah itu untuk membacakan ayat lain dari Al Qur’an. Si penerjemahpun kemudian membacakan beberapa ayat Al Qur’an lagi. Selah selesai, mereka kemudian keluar dari perpustakaan. Napoleonpun bertanya terkait dengan buku itu.

“Berkaitan dengan agama manakah buku yang tadi kau bacakan ?” Tanya Napoleon.

“Buku tadi merupakan kitab orang – orang Islam dan mereka berkeyakinan bahwa Al Qur’an itu diturunkan langsung dari langit melalui perantaraan Nabi Besar mereka yakni Muhammad”.

Maka Napoleonpun lantas mengucapkan dua kalimat. Satu kalimat yang memuji keberuntungan umat islam karena diberikan kitab yang sangat mempesona.

“Aku telah belajar dari buku ini, dan aku merasa bahwa apabila kaum muslimin mengamalkan aturan aturan komprehensip yang terkandung didalamnya, maka niscaya mereka tidak akan pernah terhinakan”. Jelas Napoleon.

Namun dilain sisi, ia juga mengungkapkan kekhawatirannya kepada kaum muslimin yang apabila memegang teguh seluruh isi didalam Al Qur’an maka mereka tidak akan pernah mau tunduk kepada Napoleon.

“Selama Al-Qur’an berkuasa ditengah – tengah kaum muslimin dan mereka hidup dibawah naungan ajaran – ajaranya sang sangat istimewa maka mereka tidak akan pernah akan tunduk kepada kita kecuali apabila dipisahkan dengan Al-Qur’an”.

Al-Qur’an memang ajaran yang sangat komprehensif tentang kehidupan dan penunjuk ke arah yang lurus, arah yang diinginkan dan diridhoi oleh Tuhan.

Beberapa diantara  keistimewaan Al-Qur’an yang ditakutkan oleh Napoleon antara lain:

Al-Qur’an itu senantiasa mengumandangkan kebebasan bagi kaum yang tertindas dan sangat menentang tindakan perbudakan atau penjajahan.

Al-Qur’an memancarkan cahayanya yang sangat terang benderang sehingga bisa digunakan untuk menyinari keadaan yang gelap sekalipun.

Al-Qur’an membelah kepala orang orang zalim dengan pedangnya yang sangat tajam.

Al-Qur’an merupakan jiwa keberanian bagi manusia manusia yang agung.

Al-Qur’an sesungguhnya telah membuat pondasi kemenangan sehingga umatnya hanya tinggal melaksanakan dan menuturkan apa yang terkandung didalamnya.

Al-Qur’an merupakan penjamin bagi orang – orang yang ingin memasuki surganya kelak.

Al-Qur’an merupakan jiwa dan hati kaum muslimin.

Sebegitu terpikatnya Napoleon terhadap Al-Qur’an sehingga konon ada yang menyebut kalau dia telah masuk Islam. Dibalik benar atau tidaknya beliau menganut islam, yang jelas pemihakannya terhadap islam sangat kentara dibandingkan kepada kitabnya sendiri. Penuturannya sendiri pernah dimuat dalam majalah Genuine Islam, edisi oktober 1936 terbitan Singapura.

Dimajalah tersebut Napoleon menyinggung soal Musa dan orang orang yahudi. Baginya Musa merupakan  orang yang cakap dan memiliki pengetahuan yang luas sedangkan yahudi ialah bangsat dan tidak pantas diberikan keleluasaan untuk memimpin dunia.

Kemudian ritual ibadah, Napoleon menganggap bahwa konsep Trinitas dalam agamanya sendiri merupakan sesuatu hal yang sulit dipahami.

Yesus mengklaim dirinya sebagai anak Tuhan padahal ia merupakan keturunan Daud. Napoleon mengungkapkan secara terang bahwa ia lebih meyakini agamanya Muhammad yang didalamnya terhindar dari kelucuan – kelucuan ritual seperti yang terdapat didalam agamanya.

Dan pernyataannya yang sangat menarik bahwa ia telah menjelaskan kepada banyak orang tentang kebenarannya bahwa ia telah menjadi muslim dan mencintai dan memuliakan Nabi Muhammad serta pula mencintai orang – orang islam. Napoleonpun menyebut bahwa ia percaya kalau Allah itu Maha Pemurah dan Maha Penyayang, tiada Tuhan selain Allah. Ia tidak beranak dan Ia mengatur segala mahluknya tanpa pendamping. Mungkin karena pernyataan itulah yang kemudian banyak orang mengklaim bahwa dirinya ialah seorang muslim.

Maka akan seperti itulah orang – orang yang benar – benar memahami dan mempelajari Al-Qur’an secara mendalam. Dirinya akan larut dalam pemahaman dan keyakinan yang tinggi tentang kedalaman dan kemuliaan isinya, bahkan kalaupun non muslim mempelajari isi dan makna didalam Al-Qur’an maka bukan mustahil merekapun akan terpukau dan kemudian berbondong – bondong masuk islam.

Sunguh Napoleon telah menyadarkan kepada kita yang muslim, namun belum banyak mempelajari dan memahami segala isi Al-Qur’an bahwa kitab ini dan umatnya merupakan bangsa unggul kalau mau melaksanakan segala apa yang ada didalamnya secara benar dan komprehensip.

Namun realitanya? masih banyak kaum muslim jangankan mengamalkan segala perintahnya yang ada didalam Al-Qur’an sekedar untuk membaca saja banyak yang gelagapan.

Sehingga  yang terjadi Al-Qur’an  hanya menjadi buku biasa  yang seolah tidak mengandung informasi dan keagungan yang dapat mengubah kondisi umatnya, padahal Napoleon mengakui bahwa Al-Qur’an merupakan kitab agung yang akan membahayakan pasukan kafir, jika orang – orang muslim mau  berpegang teguh  dan menjalankan apa yang terkandung didalamnya.

Sungguh fakta yang sangat disayangkan!

Sumber : dari buku Kisah Kisah Hikmah Pembangun Jiwa dalam Al-Qur’an dan Hadist

Abu Ali al-Bikhal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.