Hudzaifah bin Al Yaman “Sang Pemegang Rahasia Rasulullah”

0
523

Oleh: Abu Rumi

Bismillahirrohmanirrohim,
Assalamualaykum warahmatullohi wabarokatu.

Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyebut bahwa orang munafik adalah orang yang bermuka dua (al-wajhain) dan itu adalah manusia paling buruk, seperti disebutkan di dalam hadits :
“Manusia yang paling buruk adalah orang yang bermuka dua, yang mendatangi kaum dengan muka tertentu dan mendatangi lainnya dengan muka yang lain.” (HR. Bukhari)

Alkisah hiduplah salah satu dari banyaknya manusia terbaik di zaman Rasulullah Muhammad SAW dan sahabatnya, di usianya yang masih muda kala itu di Mekkah, berkat ridho dan rahmat Allah SWT, dia memutuskan untuk meyakini ajaran Rasulullah dan memeluk agama islam. Sosok itu adalah Hudzaifah bin Al Yaman, seorang sahabat yang sampai saat ini dikenal dengan julukan Sang Pemegang Rahasia Nabi tentang daftar orang-orang munafik, serta Rasulullah menjadikanya Rekan di Surga karena suatu peristiwa di kala Perang Ahzab atau yang lebih dikenal dengan Perang Khandaq.

Pada zaman Rasulullah, orang-orang munafik itu hidup berdampingan bersama umat muslim. Ada beberapa yang telah memeluk islam dan ada juga yang masih memilih jalan diatas kekafirannya. Saking banyaknya orang-orang munafik, mereka telah masuk ke majelis-majelis, melaksanakan sholat bersama-sama. Berkat pertolongan Allah, Rasulullah dapat mengetahui siapa saja umat yang berada diantaranya yang tergolong kedalam golongan orang-orang munafik. Dalam sosok Hudzaifah bin Al Yaman, Rasulullah melihat ada potensi yang luar biasa bahwa dia bisa dititipkan rahasia dan tidak semua orang memiliki potensi tersebut. Dan sesuatu yang sangat penting yang berhubungan dengan Hudzaifah Al Yaman adalah dia secara pribadi mengetahui nama-nama orang munafik di zaman Rasulullah Muhammad SAW. Dalam sebuah riwayat, bahkan Umar bin Khatab sampai bertanya padanya, “Hai Hudzaifah, apakah saya dihitung oleh Nabi sebagai orang munafik?” Dan Hudzaifah pun menjawab, “Tidak. Dan Demi Allah mulai hari ini aku tidak akan sampaikan kepada siapapun.” Selain daripada itu, Hudzaifah juga diperintahkan oleh Rasulullah Muhammad SAW untuk mengawasi pergerakan orang-orang munafik, datangi rumah-rumah mereka, dan lihat apa yang mereka lakukan, serta laporkan pada Rasulullah. Juga memiliki tugas untuk membendung bahaya mereka bagi umat islam dan kaum muslimin.

Ketika masa kekhalifahan Umar bin Khatab r.a, jika mau menunjuk seorang Gubernur untuk memimpin satu wilayahnya, beliau selalu bertanya telebih dahulu kepada Hudzaifah, “Apakah si Fulan ini munafik atau bukan?” Kebanyakan Hudzaifah tidak menjawabnya, namun ketika sudah dilakukan pengesahan, penobatan atas posisi Gubernur tersebut, pernah ada suatu kali Umar bin Khatab kembali bertanya, “Hai Hudzaifah, ada tidak diantara Gubernur saya yang tergolong orang munafik?” Hudzaifah pun lantas menjawab, “Ada satu orang. Tapi aku tak mau memberi tahu siapa namanya.” Seiring berjalanya waktu kata Hudzaifah, Allah memberikan ilham kepada Umar bin Khatab sehingga Umar tahu siapa orang itu dan dipecatnya orang munafik tersebut.

Potensi yang dimiliki oleh Hudzaifah bin Al Yaman selain memegang rahasia yang Nabi Rasulullah Muhammad SAW simpankan kepadanya, beliau juga merupakan sahabat yang paling paham tentang hadist-hadist fittan atau hadis-hadist fitnah yang akan terjadi selepas Rasulullah wafat. Pernah suatu ketika Umar bin Khatab memanggil Hudzaifah bin Al Yaman lalu berkata, “Hai Hudzaifah, apa pintunya fitnah itu?” Kata Hudzaifah, “Anda pintunya hai Amirul Mukminin.” Umar kembali bertanya, “Pintu itu dirusak atau cuma dibuka?” Hudzaifah menjawab, “Akan dirusak.” Umar lantas menegaskan, “Kalau begitu tak akan bisa diperbaiki.” Banyak orang kala itu yang mendengar namun tidak mengerti percakapan apa yang dimaksudkan tersebut. Seiring waktu dan berkembangnya zaman, para ulama-ulama besar banyak yang menanggapi bahwa maksud dari percakapan tersebut adalah kapan waktu yang akan terjadi ketika umat muslim akan saling membunuh satu sama lain, banyak korban yang berjatuhan, banyak terjadi bencana, kemaksiatan dimana-mana, tanda-tanda kiamat akan keluar dan itu semua akan terjadi ketika Umar bin Khatab r.a wafat karena dibunuh, maka tidak akan ada lagi yang dapat diperbaiki lagi fitnah-fitnah tersebut.

Dalam sebuah hadist Imam Ahmad no. 388 & 407 disebutkan bahwa Hudzaifah berkata, “Demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling mengetahui fitnah yang terjadi antara aku dan sampai hari kiamat.” Ali bin Abi Tholib pernah ditanya tentang Hudzaifah, “Dia mengetahui orang-orang munafik dan bertanyalah kepadanya tentang perkara sulit. Karena jika kalian bertanya kepadanya niscaya kalian akan mendapatinya sebagai orang yang berilmu.” Dalam riwayat lain diceritakan, Hudzaifah pernah ditanya, “Apa kemunafikan itu?” Beliau menjawab, “Engkau mengaku islam tapi engkau tidak mengamalkannya.” Keutamaan lain dari Hudzaifah bin Al Yaman adalah Rasulullah juga pernah memohonkan ampunan untuknya dan juga ibunya. Kecintaanya kepada Allah SWT dan Rasulnya, dia tunjukan dengan sikap tidak menyukai jika amalannya diketahui oleh siapapun. Sebisa mungkin dia ingin merahasiakan setiap amalan yang dikerjakanya. Pernah suatu ketika Hudzaifah menangis didalam sholatnya, dan ternyata ada orang dibelakangnya. Lalu Hudzaifah berkata dan meminta tolong agar tidak memberi tahu siapapun mengenai hal tersebut.

Kiprah yang perlu kita ketahui mengenai Hudzaifah bin Al Yaman dalam Perang Ahzab atau Perang Khandaq. Setelah 45 Hari Madinah dikepung oleh Kaum Quraisy dan Pasukan Ahzab dibawah pimpinan Abu Sufyan, dalam kondisi malam yang gelap dan dingin luar biasa Rasulullah mendapatkan wahyu dari Allah SWT. Kata Nabi Muhammad SAW diantara para sahabatnya, “Siapa yang bisa pergi menyebrang ke pasukan musuh dan membawakan informasi kepadaku dan dia akan menjadi rekanku di Surga?” Saking dinginnya, takutnya, dan gelapnya kala itu tidak satu orang pun yang berani berbicara sampai Nabi mengulangi perkataanya untuk ketiga kalinya. Ada dua riwayat setelahnya, riwayat pertama Nabi Muhammad mengatakan, “Hai Hudzaifah berdirilah.” Riwayat kedua mengatakan, Nabi Muhammad SAW berjalan disekitar sahabat, kala itu Hudzaifah kedinginan dan hanya ditutupi oleh selimut tipis kecil milik istrinya yang hanya bisa menutupinya sampai lutut, sehingga tak tertutupi kakinya. Tiba-tiba kaki Nabi Muhammad SAW tersentuh dikakinya, lalu Nabi bertanya, “Siapa ini?” Kata Hudzaifah, “Hudzaifah ya Rasulullah.” Kata Rasulullah, “Berdirilah kau sekarang. Kau yang tugas.”

Hudzaifah bin Al Yaman ditugaskan untuk mencari informasi apakah Kaum Quraisy dan Pasukan Ahzab akan bubar atau tetap menetap. Pergi menyebrang ke pasukan musuh tanpa membunuh, tanpa berperang, tanpa mengambil apapun, lalu kembali. Sesampainya di tengah pasukan musuh, Abu Sufyan tengah mengumpulkan pasukanya dan berkumpul ditengah bara api sambil menghangatkan diri, dalam jarak yang begitu dekat bukan hal yang mustahil untuk Hudzaifah menarik anak panahnya dan membunuh Pimpinan Quraisy tersebut. Namun karena bentuk ketaatanya kepada Rasulullah sekaligus pemimpinya, maka Hudzaifah pun mengurungkan niat tersebut.

Atas perintah Abu Sufyan, Kaum Quraisy dan Pasukan Ahzab pun membubarkan diri dari medan perang. Dengan adanya pengkhianatan dari pasukan sekutu (Kaum Quraidah), cuaca yang luar biasa dingin, angin yang begitu kencang, dan tingkat kejenuhan yang sudah memuncak, tidak ada lagi alasan bagi Kaum Quraisy untuk menetap di Madinah. Maka Abu Sufyan memerintahkan pasukannya untuk Pulang.

Setelah mendengar kata pulang, Hudzaifah pun bergegas kembali ke pasukan muslim untuk memberitakan kabar tersebut. Ditemuinya Rasulullah Muhammad SAW sedang melaksanakan Qiyamul Lail dikemah beliau. Sampai Nabi Muhammad SAW selesai sholat, lalu Nabi bertanya, “Ada apa Hai Hudzaifah informasi yang didapat?” “Wahai Rasulullah, seperti yang anda inginkan bahwasanya memang Allah SWT telah membubarkan mereka.” “Alhamdulillah.” Sahut Rasulullah.

Beranjak ke zaman kekhalifan Utsman bin Affan (r.a) beliau memiliki peran yang tidak sedikit dalam menggabungkan muslimin dalam satu Mushaf. Di sebuah wilayah di Irak yang bernama Armenia & Azerbaijan, suatu ketika Hudzaifah masuk ke mesjid dan mendengar bacaan Al Qur’an orang berbeda-beda, dan ternyata orang-orang yang dimaksud adalah orang-orang awam, orang yang baru masuk islam. Mendapati hal tersebut Hudzaifah kembali ke Madinah dan menemui Khalifah Utsman bin Affan untuk menceritakan apa yang telah dilihatnya, lekas Hudzaifah berkata, “Hai Amirul Mukminin, selamatkan muslimin dari perselisihan ini. Maka gabungkan mereka dalam satu Mushaf.”

Lalu setelahnya Utsman bin Affan mengutus seseorang untuk menemui Hafsah, salah satu istri dari Baginda Nabi Muhammad SAW untuk mengumpulkan lembaran demi lembaran Al Qur’an yang kala itu tersimpan dirumahnya dan masih tertulis pada pelapah-pelapah kurma, tulang-tulang unta, kulit, dan batu-batu. Setelah terkumpul padanya, Utsman bin Affan memerintahkan Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Said bin Ash, Abdurahman bin Harits bin Hisyam untuk berkumpul dan mereka menulis dalam Mushaf ayat per ayat, surat per surat, sampai terkumpulnya menjadi Mushaf untuk disebarkan ke berbagai wilayah Musliim.

Itulah serangkain kisah sahabat Rasulullah Muhammad SAW, salah satu manusia terbaik, Hudzaifah bin Al Yaman, Sang Pemegang Rahasia Nabi, yang dijadikan oleh Nabi sebagai rekannya di Surga kelak.

Semoga kita dijauhkan dari golongan orang-orang munafik dan dikuatkan untuk tetap dapat berdakwah dan Allah melindungi diri kita dari kemaksiatan serta menyelamatkan kita dari siksa api neraka seperti yang Allah janjikan bagi orang-orang munafik. Allah berfirman :
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” (QS. An-Nisa (4) : 145)

Jazzakumullah khoiron katsiro.
Wassalamualaykum warahmatullohi wabarokatu.

Diresume dari Channel Youtube Khalid Basalamah Official : Kisah Sahabat Nabi Ke-25: Hudzaifah bin Al-Yaman Radhiallahu’anhu

Senin, 11 Ramadhan 1441H / 04 Mei 2020

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.