Pompei : Kisah Tragis Kota Maksiat yang Diazab Tuhan

0
3667

Beritalangitan.com – Italia tak hanya menarik karena sepak bola dan Kota Venesia. Di negara ini ternyata juga tersimpan sejarah kelam sebuah kota bernama Pompei. Kota Pompei diyakini sebagai kota maksiat yang terkena azab berupa letusan Gunung Vesuvius hingga akhirnya lenyap terkubur selama 1.700 tahun. Setelah para ahli arkeolog melakukan penggalian dan penelitian, reruntuhan kota ini akhirnya ditemukan di Kota Naples.

Sejarah kelam kota ini banyak dikaitkan dengan kisah kehancuran yang dialami umat Nabi Luth AS di Kota Sodom. Diceritakan dalam Qur’an, umat Nabi Luth AS terkena azab Allah SWT akibat perbuatan maksiat mereka yang melampaui batas. Mereka ‘dijungkirbalikkan’, dihujani batu belerang panas secara bertubi-tubi, dan mengalami berbagai azab mengerikan lainnya. Sampai akhirnya Kota Sodom musnah terkubur.

Peristiwa yang sama terjadi kembali pada masyarakat Kota Pompei. Sejarah menyebutkan, Kota Pompei merupakan simbol kemerosotan moral pada masa Kekaisaran Romawi. Karena pada saat itu di Kota ini marak terjadi perilaku seksual menyimpang seperti pada masa Nabi Luth AS.

Bukan hanya itu saja, pelacuran juga ramai di Kota Pompei. Sudah tak terhitung lagi jumlah rumah bordil yang ada di sana. Tiruan alat kelamin dalam ukuran aslinya digantungkan di depan pintu-pintu rumah bordil.

Karena menurut tradisi yang dipercayai masyarakat Pompei, mereka juga meyakini persetubuhan dan Organ Vital tak seharusnya di tutupi, melainkan harus dipertontonkan secara terang-terangan.

Akhirnya, letusan Gunung Vesuvius menghancurkan Kota Pompei. Tak satupun warganya mampu melarikan diri. Aliran lahar panas membanjiri dan membumihanguskan semua bentuk kehidupan di sana.

Peristiwa itu membuat Kota Pompei terkubur oleh lahar dan debu selama ribuan tahun. Hingga pada suatu waktu para arkeolog menemukan reruntuhan kota itu terkubur 3 meter di bawah tanah.

Pada saat ditemukan, banyak kerangka mayat bergelimpangan di berbagai sudut. Mayat-mayat tersebut ditemukan sedang dalam posisi melakukan zina, baik dengan lawan jenis maupun sejenisnya. (ST)

Sumber : jejak.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.