Runtuhnya Mojopahit Dan Bangkitnya Islam Di Tanah Jawa

0
1811
Ilustrasi
Ditulis ulang Oleh  : Ruswandi

Awal Mula Masuknya Islam Ke Nusantara Abad Ke 7

Beritalangitan.com – Kepulauan nusantara sejak dahulu telah menjadi pusat perdagangan internasional di Asia Tenggara. Oleh karenanya, interaksi antar peradabanpun menjadi suatu hal yang niscaya. Diantara peradaban yang saling mempengaruhi  diawali dengan pelayaran dan perdagangan adalah bangsa Cina, Melayu, India, Timur Tengah dan Eropa. Nusantara terkenal penghasil rempah – rempah. Selain rempah – rempah, kepulauan Nusantara juga memiliki komoditas lain seperti emas, perak, batu permata, kain katun teh, kopi dan hasil alam lainnya yang bermutu tinggi.

Hal ini menjadi daya tarik bangsa – bangsa lain untuk membeli hasil bumi itu. Interaksi peradaban antar bangsa dalam proses perdagangan tersebut tidak hanya mendorong terjadinya proses akulturasi dan asimilasi budaya, melainkan benturan antar peradaban. Pedagang – pedagang yang datang dari berbagai penjuru dunia membawa peradaban mereka masing – masing. Pedagang – pedagang yang datang dari India membawa peradaban hindu – budha, dan para pedagang Cina membawa peradaban Konghuchu. Pedagang – pedagang yang datang dari Timur Tengah seperti Jazjirah Arab dan Persia serta Gujarat membawa peradaban Islam. Begitu pula pedagang – pedagang dari Eropa dimasa berikutnya membawa ajaran Nasrani.

Hindu dan Budha masuk ke Indonesia sekitar abad ke-2 dan abad ke-4 M. Pedagang dari India yang datang ke Sumatera, Jawa dan Sulawesi membawa agama dan peradaban mereka. Perkembangan agama Hindu mulai di Pulau Jawa pada abad ke 5, para padagang juga mengembangkan ajaran  Budha. Hasilnya, kebudayaan Hindu – Budha mempengaruhi terbentuknya kerajaan kerajaan bercorak Hindu – Budha, seperti kerajaan Kutai, Sriwijoyo, Tarumanegoro, Mataram Hindu, Pajajaran dan Mojopahit. Walaupun saat itu cukup banyak orang orang Islam yang hidup di Mojopahit baik dari kalangan bangsawan, para pedagang, maupun rakyat jelata.

Sebelum membahas runtuhnya kerajaan Hindu – Syiwo Buddho Mojopahit dan berdirinya kerajaan Islam Demak yang dirintis para Wali, berikut ini disajikan beberapa teori tentang proses awal mula masuknya Islam ke Nusantara.

Diantara teori teori tersebut adalah teori mekah oleh Prof DR. Buya Hamka, teori persia oleh Prof. DR. Abu Bakar Atjeh, teori cina oleh Prof. Slamet Mulyana, teori Maritim oleh NA. Baloch dan teori Gujarat oleh Orientalis Belanda Snouck Hurgronje. Terkait mana yang lebih mendekati kebenaran, kiranya pendapat Prof. DR. Buya Hamka yang mendasarkan pada berita cina dari dinasti T’ang adalah fakta sejarah yang paling valid (rajih).

Prof. DR. Buya Hamka menuliskan, “Ahli sejarah ada yang berkata bahwa di jaman pemerintahan Yazid bin Muawiyah, Khilafah Bani Umayyah yang kedua, telah didapat sekelompok keluarga orang Arab di pesisir Barat Pulau Sumatera, artinya sebelum habis seratus tahun setelah Nabi kita Muhammad saw. Tetapi dikurun kurun ke 3 dan ke 4 H. dijaman keemasan Daulah Bani Abbas di Baghdad sudah banyak pelajar dan pengembara Bangsa Arab menyebut Pulau Sumatra, ketika meraka membicarakan suatu kerajaan Budha yang dikenal dalam kitab kitab mereka dengan nama “Syarbazah” atau kerajaan Sriwijoyo yang terletak di palembang, Ibu kota negeri Sumatera selatan ini”.

Pendapat Prof. DR. Buya Hamka ini juga di kuatkan oleh pendapat beberapa sejarawan. Diantaranya adalah Prof. Ahmad Mansur Suryanegara yang berkesimpulan bahwa Islam masuk ke Nusantara langsung dari Mekah sejak abad ke -7 M. melalui Aceh.

Islam pertama masuk ke Sumatera sejak abad ke -7 juga telah disebutkan oleh W.P. Georneveldt yang menjelaskan bahwa berdasarkan berita Cina jaman T’ang, pada abad 7 masyarakat muslim telah ada, baik di Kanfu (kabton) maupun didaerah Sumatera sendiri. Oleh karena Islam sendiri masuk ke Cina Tiongkok pada abad ke -7, ketika Kholifah ke -3, Ustman bin Affan (577 -656 M) mengirim utusan yang pertama menghadap Kaisar Yong Hui dari dinasti T’ang pada 2 Muharam 31 H / 25 Agustus 651 M.

Ini terjadi saat kerajaan Sriwijoyo di Sumatera mengembangkan kekuasaannya pada sekitar abad 7 dan 8 M. Sebagaimana dalam prasasti Ligor 775, berita Cina dan Arab, Selat Malaka sudah mulai dilalui oleh pedagang – pedagang Muslim dalam pelayarannya ke negeri – negeri di Asia Timur dan Asia Tenggara.

Perkembangan Islam melalui pelayaran dan perdagangan cara internasional antara negeri – negeri di Asia bagian Barat dipengaruhi oleh kuatnya dominasi kekuasaan Islam Bani Ummayah. Sedangkan perkembangan Islam di Asia bagian Tenggara maupun Timur dipengaruhi oleh kuatnya domonasi Islam di kerajaan Cina masa dinasti T’ang.

Syed Naguib Al’attas juga menjelaskan tentang masuknya Islam ke Nusantara sejak abad ke -7. Pada abad ke-7 ini, orang – orang Islam telah memiliki perkampungan di Kanton, menunjukan kegembiraannya menyaksikan derajat keagamaan yang tinggi dan otonomi pemerintahan, dimana mereka akan memelihara kelangsungan perkampungan serta organisasi di Kedah dan di Palembang.

Bukti lainnya adalah sebuah literatur kuno Arab yang berjudul ‘Aja’ib Al – Hind yang ditulis oleh Buzurg bin Shahriyar Al – Ramhurmuzi pada tahun 1000 M. Memberikan gambaran bahwa ada perkampungan – perkampungan muslim yang terbangun di wilayah kerajaan Sriwijoyo.

Hubungan Sriwijo dengan ke Khalifahan Islam di Timur tengah berlanjut hingga dimasa ke Khalifahan Umar bin Abdul Azis. Ibnu Abdur Rabbih dalam karyanya Al-Iqud Al-Farid menyebutkan bahwa ada proses korespondensi yang berlangsung antara Raja Sriwijoyo kala itu, Sri Indravarman dengan Kholifah terkenal adil tersebut. Sedangkan telah di ketahui bahwa Khalifah Umar bin Abdul Aziz menjabat sebagai Khalifah dari Bani Umayah selama 3 tahun pada awal abad ke 8 ,yaitu 717 – 720 M.

Dari bukti – bukti sejarah tersebut, sangat jelas bahwa teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara, seperti teori Cina,teori Persia, teori Maritim, apalagi teori Gujarat semuanya telah tertolak. Teori Mekah yang menyatakan bahwa Islam masuk pertamakali ke Nusantara melalui Aceh dari Mekah pada abad 7 adalah teori yang paling kuat dari semua teori lainnya.

Sumber : Trilogi Revolusi Islam Di Tanah Jawa I

Oleh : Rachmad Abdullah,S,Si.,M,pd

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.