Mengingat Sejarah “Pembunuhan Massal Hari Valentine”

0
1055
Al Capone

Beritalangitan.com –  Empat pria berpakaian polisi memasuki markas gengster Bugs Moran di North Clark Street, Chicago. Pada tanggal ini, 1929 silam, terjadi puncak perang geng antara Al Capone dan Bugs Moran.

Kedua geng rival ini telah jadi musuh bebuyutan dan beroperasi seputar operasi penyelundupan dan perdagangan ilegal di Windy City. Pembunuhan Massal Hari Saint Valentine ini adalah bukti konfrontasi terakhir antara Capone dan Moran.
Capone dipenjara pada 1931 dan Moran kehilangan banyak anggota gengnya sehingga ia tidak bisa mengendalikan wilayah.

Di perayaan ketujuh, Jack McGurn salah satu korban luka dalam insiden, menembak Moran di keramaian dengan senjata mesin.

Penisilin Ditemukan

Pada tanggal ini, tahun 1929 silam, Sir Alexander Fleming secara tidak sengaja menemukan salah satu obat modern paling terkenal, yaitu antibiotik. Fleming menemukan penisilin yang merupakan cikal bakal antibiotik moderen.

Asal muasalnya, ia meninggalkan cawan berisi bakteri Staphylococcus yang tidak tertutup di ruangannya. Saat pulang, ia menemukan jamur jatuh ke kultur bakterinya yang menyebabkan banyak bakterinya mati.
Ia mengidentifikasi bahwa cendawan itu adalah Penicillium notatum, sama seperti cendawan yang ditemukan di roti.

Pada 14 Februari 1929, Fleming mengenalkan cendawannya sebagai produk yang disebut penisilin untuk menyembuhkan infeksi bakteri.

Saint Valentine Dipenggal

Pada 14 Februari tahun 278 setelah Masehi, Valentine yang merupakan seorang pendeta suci di Roma dieksekusi dengan cara dipenggal.

Di bawah peraturan Raja Claudius II, Roma terlibat dalam banyak kampanye berdarah. Claudius membentuk militer yang kuat saat itu. Namun ia kesulitan merekrut tentara untuk bergabung karena penduduk memiliki ikatan yang kuat dengan istri dan keluarganya.
Untuk mengatasi hal itu, Claudius melarang segala bentuk persatuan melalui pernikahan atau ikatan romatis di Roma. Valentine menyadari bahwa hal itu tidak adil sehingga ia menentang Claudius dan terus menikahkan banyak pasangan secara rahasia.
Namun akhirnya ia ketahuan juga, Claudius pun memerintahkan agar ia dihukum mati. Valentine pun ditangkap dan dieksekusi pada 12 Februari. Untuk menghormati jasanya, Valentine diberi gelar Saint atau orang suci pascakematiannya.
Kenyataannya, asal usul dan identitas Saint Valentine masih tidak jelas. Menurut Ensiklopedia Katolik, sedikitnya ada tiga Saint Valentine yang berbeda, namun semuanya adalah martir atau orang yang meninggal karena membela keyakinannya.
Ketiganya ditulis dalam martirologi di tanggal yang sama. Satu Valentine adalah pendeta dari Roma, yang kedua adalah uskup dari Interamna (Saat ini Terni di Italia) dan ketiga adalah Valentine seorang martir di provinsi Roman, Afrika.
Ketiga legenda ini dihubungkan dengan kisah romantis. Tanggal kematian mereka juga mungkin telah dicampur dengan sebuah pesta Lupercalia, sebuah festival pagan cinta. Di pesta ini, nama-nama perempuan ditempatkan di dalam kotak yang kemudian diambil oleh para laki-laki untuk jadi pasangan mereka.
Pada 496 setelah Masehi, Paus Gelasius memutuskan untuk mengakhiri perayaan Lupercalia. Ia menyatakan 14 Februari adalah hari Saint Valentina. Namun apa pun sejarahnya, semua itu tidak berhubungan dengan  budaya Islam.
Sumber : Republika/History.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.