Wali Songo : Perintis Jalan Penyebaran Islam Di Jawa (bag 2)

0
3631
Ilutrasi Wali Songo. Ditulis ulang oleh : Ruswandi

Beritalangitan.com – Dalam kaitan ini istilah wali songo atau Sembilan Waliyulloh, mereka adalah penyebar islam terpenting di tanah jawa pada awal abad ke 15 dan ke 16. Mereka memiliki kelebihan daripada masyarakat mayoritas yang waktu itu masih menganut agama lama. Oleh karena itu para Auliya dipandang sebagai orang orang yang dekat dengan Allah karena telah menegakan kewajiban – kewajiban yang Allah perintahkan serta mengerjakan amalan amalan sunah sehingga mendapatkan berbagai karunia berupa kejadian luar biasa yang disebut karomah.

Mereka adalah simbol perintis bagi penyebaran islam di Nusantara, kuhususnya di Jawa. Tentu saja banyak tokoh lain yang juga berperan, namun peran mereka yang sangat besar dengan dakwah Ilalloh secara langsung maupun seruan dalam jihad fisabilillah hingga mendirikan kerajaan islam di Jawa. Dan juga pengaruhnya terhadap pembentukan peradaban islam di masyarakat membuat para Wali Songo ini lebih sering disebut dari pada yang lain.

Para Wali Songo adalah pembaharu masyarakat pada masanya. Pengaruh mereka terasa dalam beragam bentuk manifestasi peradaban baru masyarakat Jawa, mulai dari perniagaan dagang, pelayaran nelayan dan perikanan, bercocok tanam di persawahan maupun di perkebunan, pengobatan dalam kesehatan jasmani dan ruhani, kebudayaan, kesenian, politik, militer, hukum dan pemerintahan di kerajaan -kerajaan islam.

Sebagian penulis berpendapat bahwa istilah Wali Songo berasal dari bahasa  arab ,yaitu Wali (wali ) dan tsana ( mulia ) sehingga para Wali berarti mulia.Sebagian lagi berpendapat istilah Wali Songo berasal dari bahasa jawa , yaitu Wali (wali ) dan sana ( baca, sono ) yaitu tempat.Ada pula menyebut dengan wali songo yang berarti Sembilan Wali atau bahkan ada yang menyatakan Wali Sangha.

Dari berbagai pendapat tersebut, yang paling kuat adalah berdasarkan istilah dan fakta sejarah, yaitu bahwa Wali Songo adalah sebuah dewan dakwah, dewan mubaligh, Organisasi Ulama dalam bentuk lembaga dakwah para Wali yang berjumlah Sembilan,  setiap ada yang wafat atau meninggalkan Jawa, maka diangkat Wali lain sebagai pengganti sehingga tetap berjumlah Sembilan.

  1. Walisongo bermakana wali yang mulia

Menurut pendapat Prof.K.H.R. Moh Adnan bahwa kata sanga merupakan perubahan atau kerancuan dalan mengucapkan kata sana yang menurutnya Tsana’ kata tsana berasal dari dari bahasa arab yang berarti mulia yang semakna dengan mahmud yang berarti terpuji. Sehingga istilah wali songo menurutnya berasal dari  kata Wali Tsana’

  1. Walisongo merupakan pemimpin disuatu tempat ( sana)

Walaupun banyak hal yang harus dikritisi, istilah wali tsana yang dikemukakan Prof.K.H. Moh Adnan ini diperkuat oleh R.Tanojo secara asal istilah, sedangkan arti kata sana itu sendiri berbeda. Menurut R. Tanojo arti sana bukan berasal dari bahasa arab yang berarti mulia. Akan tetapi sana( sono) berarti suatu tempat, daerah atau wilayah, dalam pengertian ini Walisana menurut R.Tanojo berarti wali yang berkuasa disuatu tempat, penguasa daerah atau penguasa wilayah

3.Walisongo adalah nama Organisasi Dakwah

Pendapat lain menyatakan bahwa wali songo sebenarnya bukanlah berarti wali yang jumlah keseluruhan nya hanya sembilan (songo) saja sebagaimana dikenal masyarakat jawa, akan tetapi wali songo adalah sebuah nama bagi organisasi dakwah, dewan dakwah, dewan mubaligh, dewan ulama, majlis para wali atau lembaga dakwah. Apabila salah seorang dari anggota dewan atau majelis tersebut pergi atau wafat , maka akan diganti oleh wali yang lain. oleh karena nya, jumlah wali dalam dewan ulama ini tetap sembilan dalam setiap angkatan.

Pendapat tersebut sebagaimana pandangan Asnan Wahyudi dan Abu Khalid M.A ,bahwa wali songo merupakan sebuah nama suatu lembaga bagi dewan dakwah atau dewan ulama sedangkan kata sembilan diidentikan sebagai struktur kepemimpinan dalam lembaga dakwah tersebut.

Dengan demikian, menurut pendapat penulis bahwa istilah wali songo yang lebih dekat dengan fakta sejarah adalah berasal dari istilah Wali songo. Wali berarti orang beriman dan bertaqwa kepada Allah dan dekat dengan-Nya, sedangkan songo artinya adalah bilangan angka sembilan dalam bahasa jawa, dengan demikian, wali  songo adalah wali yang berjumlah sembilan dan tergabung  dalam sebuah lembaga dakwah, dewan ulama atau majlis wali. Setiap kali diantara wali ada yang wafat atau pergi maka diangkatlah wali lain sebagai pengganti.

Berikut ini beberapa alasan yang memperkuat pendapat ini:

a). Berdasarkan kitab Kanzul Ulum karya ibnu Bathuthah yang penulisan nya dilanjutkan oleh Syekh Maulana Maghribi, didalamnya disebutkan tentang pembagian wilayah dakwah yaitu Maulana Malik Ibrahim, Maulana ishak dan Syekh Jumadil Kubro di jawa timur. Kemudian Syekh Subakir dan Syekh Maulana Maghrib menggarap wilayah jawa tengah, sementara Jawa Bagian Barat ditugaskan kepada Maulana Malik Israil, Syekh Ali Akbar, Maulana Hasanudi dan Maulana Aliyudin.

b).Berdasarkan dokumen Kropak Ferrara disebutkan saresehan dan musyawarah wali songo tentang Makrifatullah.Dalam masyarakat tersebut dipimpin oleh Sunan Giri sebagai pengganti Sunan Ampel sebagai tuan rumah di Ampel Dento. Para wali yang hadir secara keseluruhan sebanyak sembilan wali.Akan tetapi sunan kudus sebagai salah seorang anggota Wali Songo Berhalangan hadir.

c).Wali Songo merupakan nama organisasi dakwah ini menyelenggarakan sidang sebanyak tiga kali, yaitu tahun 1404 M, 1438 M dan tahun 1463 M. Menurut KH.Dachlan Abdul Qohhar, pada tahun 1466 M Wali Songo menyelenggarakan sidang ke 4 untuk membahas berbagai hal. Diantaranya adalah tentang wafatnya dua orang wali ,yaitu Maulana Muhammad Al-Maghrabi dan Maulana Ahmad Jumadil Kubro serta masuk nya dua orang Wali menjadi anggota Wali Songo.

Demikianlah tentang wali songo sebagai perintis jalan penyebaran islam ditanah jawa secara revolusioner. Oleh karena itu terjadi perubahan mendasar dalam membentuk peradaban dengan waktu yang relatif singkat. Atas kehendak Allah kemudian peran mereka, mayoritas umat di tanah Jawa dan juga Nusantara adalah umat islam.

Berita tentang sejarah revolusi islam di jawa pada abad 15 dan 16 ini tersebar luas di seantero dunia islam hingga kini salah satu sumber situs berbahasa Arab yang membahas secara singkat perkembangan islam dunia menyebutkan tentang Wali Songo ini.

“Al – Auliya At- Tis’ah ( wali songo ) adalah orang orang yang bergabung dalam Ahlul Halli Wal-Aqdi Wasy-syura, mereka memiliki hak mengangkat pemimpin Islam melalui musyawarah. Wali Songo memiliki andil besar dalam penyebaran islam  di Jawa dan Nusantara. Oleh karena mereka telah berjanji setia kepada sultan Fattah sebagai Kholifah bagi kaum muslimin, maka dikemudian hari, banyak sekali orang orang yang mengikuti mereka dalam jumlah besar dari masyrakat indonesia karena telah menaruh kepercayaan yang besar kepada mereka.

  1. Antara Wali dan Sunan

Ketika menyebut istilah Wali Songo, maka umumnya masyarakat jawa mengenal mereka sebagai para ulama penyebar Islam yang jumlah nya sembilan Wali. Kebanyakan menggunakan panggilan Sunan. Mereka adalah Maulana Malik Ibrahim, sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Mbonang, Sunan Kalijogo, Sunan Kudus, Sunan Drajat, Sunan Muria dan Sunan Gunung Jati.Tidak ada kepastian tentang siapa orang yang pertama kali menetapkan hanya sembilan Wali tersebut sebagai Wali Songo, tanpa yang lainya. Padahal antara satu sunan dengan lainnya berbeda masa bahkan ada yang belum pernah bertemu dalam satu masa. Oleh karena itulah muncul pendapat bahwa istilah Sunan tidak ditemukan penisbatannya kepada para wali mukmin di masanya.

Sunan kependekan dari kata susuhunan atau sibuhun yang biasa dinisbatkan bagi para raja atau penguasa pemerintahan daerah di Jawa. Misalnya Sunan Gunung jati sebagai penguasa di daerah Gunung Jati, Cirebon Sunan Ampel di daerah Ampel Dento, Sunan Giri sebagai penguasa di daerah Giri yang pengaruhnya sampai meluas jauh ke Timur hingga luar Jawa.seperti makasar, Hitu( ambon) dan Ternate.

Oleh karena itulah menurut Prof.Dr.Hamka bahwa istilah Sunan baru digunakan untuk menyebut para wali setelah wafatnya mereka, “Terang bahwa gelar gelar sunan itu baru dipasangkan atas diri para wali itu setelah mereka meninggal. Karena mereka dipandang keramat dan kubur mereka dimuliakan sebagaimana memuliakan berhala, sebab itu dibahasakan sunan”   Sunan berasal dari kata susuhunan ,Artinya adalah yang di- suhun atau dimohon,di mana disusun jari sepuluh buat menyembahnya. Sebutan ini bersifat kompromis yang digunakan untuk memuliakan ulama agar sesuai dengan kemuliaan para raja.

Oleh karena penisbatan istilah sunan itu sudah terlanjur melekat kuat dalam ingatan masyarakat dalam waktu lebih dari empat abad, bahkan lebih terkenal daripada nama aslinya, maka penggunaan istilah sunan dalam konteks ini tidaklah terlalu dipermasalahkan.

Sumber :Trilogi Revolusi Islam Di Tanah Jawa I

 Walisongo,Gelora Dakwah dan Jihad di Tanah Jawa

Rachmat Abdulah ,S,Si.,M.pd.  

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.