Keluar Rumah Tanpa Izin Suami Akan Mendapatkan Azab

0
8013

Oleh : Shafiyah

Beritalangitan.com – Kewajiban seorang istri adalah ia tidak keluar rumahnya menuju pasar atau tempat lainnya kecuali dengan izin suaminya, jika berbuat demikian (keluar tanpa izin) maka ia terus berada dalam kemaksiatan dan ia layak mendapatkan azab. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu mengatakan,

“Tidak halal bagi seorang istri keluar dari rumah suaminya kecuali dengan izin suaminya.” Beliau juga berkata, “Bila si istri keluar rumah suami tanpa izinnya berarti ia telah berbuat nusyuz, bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, serta pantas mendapatkan hukuman.” (Majmu’ Al-Fatawa, 32/281)

Setan selalu berusaha untuk membujuk dan mengajak manusia untuk berbuat sesuatu yang tidak di ridhai Allah Swt dan Rasulnya. Setan bernama Dasim tugasnya membujuk seorang istri agar tidak taat kepada suami dan mempengaruhi seorang istri agar pergi meninggalkan rumah dengan berbagai alasan.Adapun jika seorang istri keluar rumah dengan alasan sakit hati atas perbuatan suami, suami berselingkuh, sakit hati dengan perkataan suami, penghasilan suami kurang, maka perbuatan sang istri akan sangat fatal dan berat akibat nya karena agama islam melarang dengan keras hal tersebut.

Apabila seorang istri meminta izin kepada suaminya untuk pergi ke masjid, lalu suaminya melarang nya untuk pergi, maka taatilah perkataan suami, suami tidak berdosa melarang istri untuk pergi ke masjid, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah bersabda kepada para wanita:

“Shalatnya salah seorang di makhda’-nya (kamar khusus yang digunakan untuk menyimpan barang berharga) lebih utama daripada shalatnya di kamarnya. Dan shalatnya di kamar lebih utama daripada shalatnya di rumahnya. Dan shalatnya di rumahnya lebih utama daripada shalatnya di masjid kaumnya. Dan shalatnya di masjid kaumnya lebih utama daripada shalatnya bersamaku”. (HR. Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam shahih keduanya.Dihasankan oleh Asy-Syaikh Al Albani dalam Jilbab Al-Mar-ah Al-Muslimah Hal .155)

Maka,  Shalat jamaah bagi seorang wanita itu lebih baik di rumahnya dari pada mendatangi masjid, dan shalat wanita di rumahnya akan lebih menutupi dirinya dan menghindar dari berbagai fitnah. Adapun jika seorang istri menjalankan puasa (selain puasa Ramadhan) tanpa izin suaminya, puasanya tetap sah, namun ia telah melakukan keharaman, dan jika suami tidak di tempat, maka istri tidak perlu meminta izin kepada suami ketika ingin melakukan puasa sunnah, keadaan suami yang di maksudkan yaitu, ketika suami sedang bersafar, suami sedang sakit, suami sedang berihrom atau suami sendiri sedang puasa. Karena Rosulullah SAW bersabda “ Tidak boleh seorang istri puasa (sunah) sementara suaminya ada di tempat kecuali dengan izin suaminya” ( HR. Al-Bukhori No. 5195 dan Muslim No 1026). Dalam hadist ini menerangkan masalah Hak suami itu lebih utama dari pada menjalankan kebaikan yang hukumnya sunnah. Sebab terlarangnya berpuasa tanpa izin suami adalah karena suami memiliki hak untuk bersenang-senang (Jima’) bersama pasangan setiap harinya.

Sebuah kisah disaat Rasulullah Saw masih hidup, seorang istri yang mendapat amanah untuk tidak keluar rumah tanpa izin saat suaminya sedang berjihad, lalu istri solehah itu begitu taat kepada suaminya, sampai suatu hari seseorang datang memberitahunya bahwa ibunya sedang sakit keras, tapi sang istri tidak keluar rumah dan meminta maaf karena dia tidak mendapat izin sang suami untuk keluar rumah. Setelah berberapa hari kemudian sang suami belum juga pulang dari berjihad, lalu datang lah seseorang yang memberitahukan bahwa ibunya telah meninggal, dan memintanya untuk memberi penghormatan sebelum ibunya di kebumikan, sang istri yang solehah itu pun begitu sedih dan menangis tersedu, lalu dia meminta maaf karena tidak bisa datang karena belum mendapatkan izin dari suaminya. Dengan berat utusan tersebut pulang dengan kesal, lalu mendatangi Rasulullah Saw dan bertanya “Wahai Rasulullah wanita itu sangat keterlaluan, dia tidak mau menjenguk ibunya”, Rasulullah pun bertanya “kenapa dia tidak mau datang?”. “Wanita itu itu tidak mendapatkan izin keluar rumah sebelum suaminya datang dari berjihad” jawab utusan yang mengadu ke Rasulullah. Rasulullah Saw pun tersenyum, kemudian beliau berkata “Dosa-dosa ibu wanita tersebut akan di ampuni oleh Allah Swt karena dia mempunyai putri yang taat kepada suaminya”.

Itulah salah satu kewajiban bagi istri kepada suaminya, taatilah suamimu karena kalau tidak mentaati perkataan suami Allah Swt akan memberikan azab kepada kita, karena dalam kisah di atas pun hikmahnya adalah agar setiap wanita selalu taat kepada suaminya selama apa yang di perintahkan suaminya bukan untuk mengingkari ketentuan Allah Swt. Semoga bermanfaat (nf/red)

Kontributor kolom wanita beritalangitan.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.