Kemilau Cinta Zulaikha dan Fatimah

0
1012

Oleh: Ramadani Ann Al-Qohirohiyyah

Beritalangitan.com – Duhai pemuda abad ke-21, yang tumbuh berkembang di era kekinian, dimana kecanggihan teknologi sudah amat mumpuni. Semua orang punya gadget, akun media sosialnya pun banyak, entah sekadar untuk gaya-gayaan atau memang sangat berguna. Sudah sampai dimanakah hanyutnya kisah cintamu dengan si dia? Seorang yang sangat dicinta; rindu, entahlah?

Tahukah kamu? Kepada siapa cinta seharusnya tertambat? Tentulah kita tahu, bahkan sejak roh memasuki jasad ketika berada dalam rahim ibumu, semua manusia telah mengadakan perjanjian dengan Tuhan. Bahwa rezeki, jodoh, maut, dan taqdir apakah termasuk ke dalam golongan kanan atau kiri, semua telah jelas termaktub dalam catatan-Nya. Tugas kita hidup di dunia adalah untuk menyempurnakan amalan dengan ikhtiar semampunya. Bahkan, di samping itu semua; dua musuh utama yang paling berbahaya selalu berjuang membinasakan kita (disadari atau tidak disadari). Yaitu nafsu dan bisikan setan. Maka, sejatinya cintamu itu hanyalah untuk Allah SWT.

Jika kita merasa belum begitu kenal dengan Sang Pencipta, lihatlah di zaman dahulu, tatkala Zulaikha terpaut cinta kasih pada Yusuf alayhissalam. Selain terkuasai nafsu, Zulaikha saat itu memang belum mengetahui siapa Allah. Beberapa kali memasang intrik agar Yusuf takluk kepadanya, sebab wanita itu sungguh tergila-gila. Cinta yang berdasarkan nafsu belaka. Hingga Allah menyelamatkan lelaki suci itu meskipun dengan kurungan penjara di istana Zulaikha untuk beberapa waktu.

Bagaimana akhirnya? Zulaikha mendapat hidayah mengenal Allah dengan setulus cinta. Tak diingatnya lagi Yusuf dengan cinta menggebu-gebu seperti waktu dulu. Bahkan meskipun Allah telah menakdirkan Yusuf sebagai suaminya kelak. Yusuf selalu berusaha menyuruhnya melaksanakan kewajiban sebagai seorang istri. Zulaikha menolak; karena dia sangat mencintai Allah, hanya memandang dunia ini dengan hampa, tidak ada waktu bersenang-senang. “Sesungguhnya dalam rahimmu akan keluar seorang nabi!” ujar Yusuf. Maka dengan perintah dari suaminya karena Allah, dia akhirnya menyetujui permintaan Yusuf tersebut.

Jika kamu sudah mengenal Allah namun masih merasakan cinta kepada nonmahram? Ketahuilah, 1400 tahun yang lalu, putri kesayangan Rasulullah sallallahu alayhi wasallam pun pernah mengalami hal serupa. Dialah Ali; seseorang yang dicintainya dalam diam, sebelum mereka menikah. Betapapun dalamnya cinta yang kau rasakan; bukan berarti harus diungkapkan saat ini juga, apalagi jika dipamerkan ke media sosial. Jangan! Sama saja dengan melakukan zina dan diperlihatkan ke seluruh umat.

Doakanlah dia dalam tahajud, atau shalat lima waktumu! Ingat, doa terbaik setulus hati, bukan untuk memiliki seutuhnya, tapi agar gejolak di hatimu tidak bercampur dengan angan, hayal, nafsu belaka. Sebab, boleh jadi yang kau rasakan bukan cinta, tapi nafsu. Nafsu sungguh menyesatkan dan mematikan jiwa.

Nah, bagaimana hatimu sekarang, duhai pemuda? Telanjur mencintai makhluk dengan cinta yang menggebu-gebu, sesak, rindu, galau? Padahal dia pun belum menjadi suami/istrimu? Lupakanlah! Ini serius sekali, pergaulan antara lelaki—wanita nonmahram amat dibatasi dalam islam. Bahkan sejak zaman nabi Musa alayhissalam juga begitu, dan Qs. An-Nur dalam tafsir ibn katsir sudah banyak dijelaskan dengan sangat rinci.

Jadilah seperti Zulaikha yang sekali mengenal Allah, langsung melakukan ketaatan dengan totalitas. Atau seperti Fatimah yang memang mengenal Allah tapi tidak menjual syariat agama islam dengan harga teramat murah. Cinta memang cinta, rasa itu akan tetap ada sampai dunia ini berakhir. Tetapi jangan sesekali melanggar perintah Allah tanpa perasaan ketakutan. Karena boleh jadi, itu amat celaka! Sedang nyawamu bisa saja sewaktu-waktu diserahkan kepada Maikat Izrail. Innalillahi.

Sumber: islampos

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.