Mendidik Anak Adalah Amanah

0
2289

Oleh: Khumaira

Beritalangitan.com – Anak adalah amanah yang Allah SWT berikan kepada orang tua. Tidak setiap pasangan suami istri di karuniai anak, maka beruntung lah bagi anda para orang tua yang di karuniai seorang anak. Lalu bagaimana cara kita menjaga amanah tersebut? Sudahkah cara kita menjaga amanah itu dalam zona yang benar ?

Hal tersebut tak cukup diucapkan dengan kata namun kita harus paham terlebih dahulu apa itu amanah, sehingga kita tidak salah dalam mempraktekannya.  Amanah diartikan sebagai mandat atau tanggung jawab yang  dititipkan kepada seseorang  untuk dijalaninya dengan rasa tanggung jawab.Menunaikan hak Allah adalah amanah. Apapun yang di berikan Allah SWT adalah amanah.

Dari ummul mukminin, Aisyah ra. Bahwa Rasulullah saw bersabda:“Barang siapa yang mentarbiyah (mendidik) anak kecil sehingga mengucpkan ‘La ilaaha illal-Laah’, maka Allah tidak akan menghisabnya” (HR. thabrani dari Asyah ra)

Orang tua terlebih dahulu seharusnya sadar  bahwa anak adalah amanah, sehingga ia bisa menghayati nilai keislaman dalam kehidupan rumah tangganya, dan mendidik anaknya dengan benih-benih keislaman. Karena seorang anak memiliki hak-hak yang harus dipenuhi dan orang tua memiliki kewajiban yang harus diunaikan. Rasululloh SAW. bersabda , “ Diantara hak anak atas orang tua adalah memperbaiki adabnya dan memberinya nama yang baik.” ( Al Hadits). Namun jika orang tua gagal dalam menerapkan nilai-nilai islam dan kerukunan rumah tangga,akan sukar bagi mereka mengajarkan anak untuk mengikuti aturan islam.

Mendidik anak tidak bisa hanya dengan mengandalkan naluri tetapi harus dipelajari. Karena naluri hanya akan mengedepankan apa yang kita pikirkan dan rasakan. Sebagai orang tua harus cerdas dalam mendidik anak, salah mendidik sama dengan menanam benih yang buruk, artinya kita akan memanen buah yang buruk pula kualitasnya di hari perhitungan nanti.

Mendidik anak dengan bermodalkan “naluri” akan menghasilkan efek yang negatif. Sebagai contoh: si ayah pulang bekerja dan kelelahan, lalu si anak yang tidak tau apa-apa akan kena imbas bentak-bentakannya. Nah hal seperti ini tidak akan terjadi jika kita menyadari bahwa anak adalah amanah yang harus dijaga, di didik bukan di bentak atau dimarahi.

Pada dasarnya mendidik anak adalah kewajiban orang tua, peran ibu dalam mendidik memang lebih besar, namun peran ayah juga sama pentingnya. Peran ibu memang sebagai madrasah pertama anak namun ayah adalah Kepala Sekolahnya. Tugas kepala sekolah adalah menentukan visi misi pendidikan anaknya, mengontrol serta mengevaluasi perkembangan anaknya. “Seorang suami adalah pemimpin bagi anggota keluarganya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang telah dipimpinnya atas mereka” (HR. Muslim)

Mendidik anak bukan hanya tanggung jawab para ibu atau bapak saja, tapi keduanya. Orang tua harus memiliki kata sepakat dalam mendidik anak-anaknya, jangan sampai si ibu melarang, namun si ayah memperbolehkan. Misal, seorang Ibu melarang anaknya menonton TV dan memintanya untuk mengerjakan PR, namun pada saat yang bersamaan, si bapak membela si anak dengan dalih tidak mengapa nonton TV terus agar anak tidak stress. Jika hal ini terjadi, anak akan menilai ibunya jahat dan bapaknya baik, akibatnya setiap kali ibunya memberi perintah, ia akan mulai melawan dengan berlindung di balik pembelaan bapaknya. Idealnya, si Ayah mendukung pernyataan, “Betul kata Mama, Dik. .” hal yang terlihat kecil seperti ini memang biasa, namun secara tidak sadar menunjukan ketidak kompakan dalam mendidik,dan dampak buruknya cukup besar bagi si anak.

Anak adalah titipan dari Allah yang harus kita jaga. Maka dari itu kita sebagai orang tua harus memperhatikan tumbuh kembang anak sehingga anak menjadi anak yang salih dan salihah. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar,” (QS. Luqman (31) ayat 13). Rasulullah adalah contoh terbaik bagi setiap muslim, tiada contoh lain yang patut ditiru kecuali Rasulullah. Rasulullah juga seorang ayah dan seorang suami, sehingga kita sebagai umat Rasulullah wajib mengikuti apa yang telah diajarkan Rasulullah, termasuk mendidik anak.

Maka dari itu mari perhatikan cara kita mendidik anak, apakah sudah benar ? Apakah sudah sesuai dengan yang di ajarkan Rasulullah saw

Semoga bermanfaat.

Kontributor kolom wanita beritalangitan.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.