Mengenalkan Cerita Nabi Isa as kepada Anak

0
1701

Oleh : Wira Islamiati

Beritalangitan.com – Ayah dan Bunda, cerita Nabi Isa as bisa dikenalkan kepada anak-anak melalui buku kisah 25 Rasul. Tetapi, cerita Nabi Isa as yang utama bersumber dari Alquran, tepatnya di Q.S. Maryam dan juga terdapat di Q.S. Ali Imran. Allah menyampaikan kepada kita tentang kisah Nabi Isa as dengan sangat jelas lewat firman-Nya. Sahabat Abi Ummi juga bisa secara langsung mengenalkan cerita Nabi Isa as ini kepada anak-anak menggunakan Alquran secara santai dan jelas dengan intonasi yang menyenangan, bukan menegangkan ataupun kaku. Disarankan, jika anak masih berusia TK-SD, sahabat Abi Ummi kenalkan cerita Nabi Isa as tentang mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Isa as. Ada beberapa cerita Nabi Isa as yang dimuat dalam Alquran yang dapat kita ambil hikmahnya.

Bunda Nabi Isa as, Maryam, terkenal dengan ketaatan dan kemuliannya dalam menjaga kehormatan. Maryam sangat taat dalam beribadah kepada Allah dan menjaga kesucian dirinya di mihrab. Sebuah tempat yang tertutup dan disanalah beliau hanya fokus beribadah kepada Allah. Tiba-tiba ia dikunjungi oleh malaikat Jibril.

“Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu),” (Q.S. Ali ‘Imran: 42).

Malaikat Jibril datang bertujuan untuk membawa Ruhul Qudus, yaitu ruh yang suci berasal dari Allah Swt.

“Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci,” (Q.S. Maryam: 19).

Maryam merasa heran. Sebab, bagaimana mungkin ia bisa mengandung anak sedangkan ia tidak pernah disentuh oleh laki-laki manapun. Ia merupakan wanita yang  begitu menjaga kehormatan dirinya.

“Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang didapatkan) dengan kalimat (yang datang) dari-Nya, namanya al-Masih Isa putra Maryam, seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh,” (Q.S. Ali ‘Imran: 45-46).

Nabi Isa as sudah mampu berbicara ketika ia masih bayi untuk menghibur ibunya yang bersedih hati karena merasa sakit saat melahirkan. Kemudian, Maryam membawa Nabi Isa as kembali kepada kaumnya. Rasa takut akan mendapat celaan dan cercaan karena melahirkan anak tanpa suami. Namun, Nabi Isa as kembali berbicara saat membela ibunya dari tuduhan orang-orang  Yahudi.

“Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku al-Kitab (injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikanku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadahu, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali,” (Q.S. Maryam: 30-33).

Nabi Isa as dikenal dengan sebutan Isa as putra Maryam. Beliau tergolong nabi yang ulul azmi. Ia lahir dari seorang ibu yang mulia tanpa seorang ayah. Semua ini bisa terjadi jika Allah berkehendak. Mukjizat yang dimiliki Nabi Isa as tercantum dalam firman Allah,

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan, “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata,” (Q.S. Al-Maidah: 110).

Cerita Nabi Isa as ini membuat diri yang membaca ataupun yang mendengarkannya takjub. Dalam cerita ini begitu terlihat dengan jelas jika Allah berkehendak, apa pun bisa terjadi. Semoga cerita Nabi Isa as ini dapat kita tadaburi sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah atas kuasa-Nya. (nf)

Sumber : ummiabi.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.