Muslimah Shalihah Tentu Berjilbab Syar’i

0
1251

Oleh : Ayatul Husna

Beritalangitan.com – Wahai ukhti muslimah, begitu sayangnya Allah kepadamu dengannya Allah menurunkan perintah melalui sebuah ayat nan indah:

“Hai Nabi katakanlah pada istri-istrimu, anak-anak perempuan dan istri-istri orang-orang mukmin, Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Ahzab: 59)

Menurut tafsir Ibnu katsir ayat di atas menerangkan tentang perintah memakai jilbab. Menurut Ibnu Mas’ud, Ubaidah dan Qatadah jilbab berarti selendang yang lebih lebar daripada kerudung. Yakni yang dapat menutup sampai ke dada sehingga bentuk lekuk tubuh wanita dapat ditutupi. Hal ini sebagai pembeda antara muslimah dengan wanita jahiliyah dan agar para muslimah tidak diganggu oleh orang fasik dengan suatu gangguan atau ejekan.

Ukhti muslimah, hijab adalah simbol ketaatan kita kepada Rabb yang telah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya (QS. At-Tin :4). Sebagai seorang muslim kita mengakui bahwa ayat hijab diturunkan sebagai perintah yang wajib dipatuhi oleh setiap wanita-wanita mukmin.Pasalnya, kita mengaku diri kita beriman, akan tetapi mengapa kita masih mengelak dan beralasan untuk sami’na wa atho’na (mendengar dan taat) atas perintah yang Allah hukumi wajib ini.

Bahkan banyak dari kita yang menganggap remeh perkara hijab ini. Menyangka bahwa hijab bukan suatu hal yang wajib dan meninggalkannya adalah dosa kecil yang dapat tertutupi dengan amalan yang banyak seperti sholat, puasa, zakat maupun haji dan amalan lainnya. Tentu pemikiran seperti ini salah dan harus diluruskan. Seorang muslimah yang tidak berhijab tidak hanya berdosa kepada Allah akan tetapi telah hapus seluruh pahala ibadahnya. Sebagaimana termaktub dalam firman Allah Swt:

“Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi” (QS. Al-Mā’idah: 5)

Dan hijab pun merupakan pembeda antara muslimah dan wanita Jahiliyah. Sekarang mari kita perhatikan kembali dalam perkara yang melekat pada diri kita, apakah kita masih sama dengan wanita-wanita jahiliyah ukhti? Bahkan setelah kita merasa bahwa diri kita adalah seorang yang beriman. Lalu apakah yang membedakan kita dengan mereka? Jika pada kenyataannya kita masih tergolong sama dengan wanita-wanita jahiliyah. Jika kita masih beralasan panas, lalu pernahkah kita membayangkan betapa panasnya disiksa diatas neraka?Jika kita enggan karena hijab syar’i itu terlihat tidak modis, lalu kapan kita akan mentaati perintah Allah-nya ukhti? Jika kita masih berfikiran yang penting hatinya baik dulu baru berhijab, tentunya hati yang baik akan menutup aurat dan mengjilabinya bukan ukhti? Jika kita menunggu siap, lalu apakah malaikat maut menunggu sampai kita siap terlebih dahulu?

Jika saat ini kita masih ragu karena tanggapan orang lain terhadap kita nantinya. Mintalah fatwa pada hatimu, kebaikan itu adalah apa-apa yang tentram jiwa padanya, dan tentram pula dalam hati. Dan dosa itu adalah apa-apa yang ragu dalam jiwa dan ragu pula dalam hati, meskipun orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan membenarkannya. (HR. Muslim). Serta niatkan kita menutup aurat hanya karena Allah, sehingga tidak ada alasan kita ragu hanya karena manusia.

Ukhti, engkau dengan kecantikanmu lebih anggun dari sang surya. Hiasilah dirimu dengan akhlak dan kelembutan yang akan mengalahkan wanginya minyak misk. Maka peliharalah kecantikan itu dengan iman dan hati. Dengan ridho dan syukur dan dengan kemuliaan dalam hijab.

Meskipun setiap kita yang berjilbab belum tentu wanita baik nan shalihah namun setiap wanita baik dan shalihah mereka pasti mengenakan jilbab. Karena itu adalah harga mutlak yang telah diperintahkan Allah kepada semua wanita muslim. Itu adalah sebuah ajaran Islam agar wanita senantiasa menjaga diri dan tidak mengumbar aurat yang dapat mengundang nafsu syahwat.

Ukhti muslimah, yang merindukan perubahan untuk menjadi pribadi muslimah yang lebih baik bisikkanlah ini dalam lantunan doamu,

“Ya ALLAH yang Maha membukakan hati,

aku letih dengan keadaanku yang hanya begini-begini saja.

Aku tahu aku tak boleh berharap agar

Engkau mengubah kualitas hidupku,

tanpa aku sendiri tegas membersihkan pikiranku, membeningkan hatiku

dan mengindahkan perilakuku.

Allah dampingilah aku dalam ketegasan upayaku.”

Hanya Allah sematalah sumber kekuatan. Dia tak akan tinggal diam melihat hamba-Nya yang senantiasa berupaya untuk mengejar cinta-Nya. Ketahuilah, bahwa engkau terlalu berharga jika harus memperlihatkan kecantikanmu dihadapan sembarang orang. Semoga kita dapat melaksanakan perintah agung-Nya ini dengan kemuliaan jilbab syar’i. Maka pakailah baju ketakwaan, niscaya engkau akan menjadi bidadari di Surga-Nya ukhti. Aamiin. (nf)

Kontributor kolom wanita beritalangitan.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.